Padepokan Satria Pajajaran, peduli seni budaya Sunda khususnya seni bela diri Pencak Silat

Laporan : Dadan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Sebagai salah satu padepokan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai seni dan budaya Sunda di Kabupaten Sukabumi, Padepokan Satria Padjadjaran terus mengabdikan dirinya dengan melestarikan seni dan budaya sunda khususnya pada seni bela diri Pencak Silat. Tidak hanya itu, disamping terus mengembangkan seni bela diri Pencak Silat, padepokan yang satu ini juga mengembangkan usaha pembuatan alat seni sunda. Yaitu, berupa Gendang Pencak Silat, Jaipong, Tarompet Sunda dan seni Kayu Pahat.

Ditemui di padepokannya di Kp. Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Ketua Padepokan Satria Padjadjaran Kusmawanto didampingi Wakil Ketua Rio Bagja Gumilar mengungkapkan, sebagai orang Jawa Barat mereka harus memiliki kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai seni dan budaya sunda. Karena jati diri harus terus dijaga keberlangsungannya.

Apalagi kata dia, nilai-nilai seni dan budaya sunda saat ini sudah banyak terkontaminasi oleh berbagai seni modern. Sehingga berpotensi mengancam keberlangsungan filosofi seni dan budaya Sunda sebagai ciri khas ketaatan bersosial di tatar Pasundan.

“Seni dan budaya Sunda adalah ruh jiwa sukma rasa orang Pasundan. Jika diingkari akan berdampak pada kehancuran sosial dan alam semesta. Karena nilai-nilai seni dan budaya merupakan representasi karakter orang sunda yang lemah lembut, jujur, giat dan perduli,” jelas Kus kepada metropuncakonline.com, Minggu (08/04).

Lebih lanjut Kus mengatakan, agar kita kembali kepada kebaikan bersosial dan dapat menjaga kearifan lokal, penerapan nilai-nilai silaturahmi itu kita wujudkan melalui pelatihan seni bela diri Pencak Silat. “ Disamping itu, kami juga juga membuat usaha Handmade berupa alat-alat seni sunda seperti Kendang Pencaksilat,” lanjut Ketua Padepokan Satria Padjadjaran.

Informasi yang dirangkum oleh metropuncaknews.com, program pelatihan seni bela diri Pencak Silat yang ditetuai Satria Padjadjaran, saat ini masih berjalan di lembaga-lembaga pendidikan. Seperti di pelajar SD, SMP dan SMK yang ada di Kecamatan Cireunghas, Sukalarang, Gegerbitung, Sukaraja, Cisaat dan Cikembar.

Sedangkan untuk hasil produksi alat-alat seni sunda, juga sudah dipasarkan ke berbagai tempat yang ada Kabupaten Sukabumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here