Kader HMI Cabang Cianjur Sri Purwati

Laporan : Cece

Cianjur, metropuncaknews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berdiri pada 14 Rabiul Awal 1366 Hijriyah atau pada 5 Februari 1947. Tak terasa kini sudah memasuki usia ke 72 tahun. Sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, dalam pengabdiannya untuk negeri ini, HMI mampu berkiprah dalam dunia intelektual dan banyak melahirkan cendekiawan-cendakiawan bangsa dalam sengitnya pertarungan pemikiran.

Tahun demi tahun telah berlalu dan berbagai tahapan dilalui himpunan besar tersebut.  Hingga banyak melahirkan tokoh-tokoh ternama dalam peran dan perjuangan HMI untuk Indonesia. Dengan gagasan dan visi misi perjuangan sosial budaya untuk mempertahankan negara Republik Indonesia dan menjunjung tinggi derajat rakyat negeri tercinta. Menegakan serta mengembangkan ajaran Islam.

Dari tujuan ini, Kader HMI Cabang Cianjur Sri Purwati mengatakan, keinginan HMI untuk kehidupan sosial budaya yang ada bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sebagai organisasi terbesar di Indonesia, HMI ditekan konsisten dalam mengawal jalannya pembangunan Indonesia. Meski di awal kelahirannya umat Islam di Indonesia berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
” Dengan terjadi kesenjangan dan kejumudan ilmu pengetahuan, pada saat itulah HMI mengawal dan memiliki tujuan sebagai organisasi independen atau bebas dan merdeka yang tidak tergantung serta memihak kepada kelompok atau golongan tertentu.” Tutur Sri, Selasa (5/2).

Lanjut Sri, HMI lahir dan berkiprah sebagai organisasi yang terus berkembang melalui perkaderan yang bertujuan terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

“ Pengabdian yang menjadi titik tumpu dari tujuan HMI sudah tidak lagi meresap ke sanubari tetapi mendarah daging bahkan ikut menjadi andil besar bagi para kadernya dan alumni. ” imbuhnya.

Kini HMI telah genap 72 tahun. Usia yang tak lagi muda. Usia yang telah matang semenjak kelahirannya mengisi ruang-ruang sulit dialektika bangsa. Kehadiranmu adalah nafas panjang yang mengawal keberanjutan pertiwi berdiri disaat bangsa ini terpecah karena kepentingan ideologi dunia yang tak lagi sama.
Engkau hadir dalam pilihan jalan kebenaran dan solusi untuk menjembatani berbagai kejumudan umat yang tengah terjadi di Republik ini. Ditengah kehadiranmu yang mengusik eksistensi mereka yang terusik dibumi pertiwi. Puncaknya ketika PKI memintamu kepada Presiden Soekarno agar himpunan dibubarkan. Alasannya, karena organisasi ini kontra revolusioner.

Berkat pertolongan Ilahi, himpunan tertap berdiri hingga mematahkan semangat PKI. Bahkan, Jendral Besar Soedirman mengganggapmu sebagai harapan masyarakat Indonesia. Disisi lain himpunan banyak melahirkan tokoh-tokoh yang menjadi bukti perjalanan bangsa ini. Seperti, Nurkholis Madjid, Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Anies Baswedan. Itu beberapa contoh himpunan mampu melahirkan tokoh berpengaruh dari perjalanan negeri.
Kini para kader muda, penerus perjuangan bangsa, kita tunjukan kuatnya himpunan kepada mereka. Kami selalu siap berada dibarisan paling depan untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang mengusik bumi pertiwi.
Berbekal dengan keimanan yang teguh, berusaha dengan ilmu, disampaikan dengan amal Yakin Usaha Sampai (YAKUSA).

” Disampaikan kepada jutaan manusia bahwa dari awal berdirinya HMI tetap fokus pada kemajuan bangsa dan kemandirian umat dan tidak ada perubahan juga tak ada yang dirubah, kami HMI, kami berhimpun dan kami fokus untuk kemajuan negeri. ” ujarnya dengan penuh semangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here