Ilustrasi

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Dua oknum wartawan yang mengaku dari Kabupaten Bandung Jawa Barat, resahkan sejumlah agen pangkalan gas elpiji di Cianjur Selatan.

Menurut keterangan yang dihimpun awak media, kedua wartawan tersebut mengaku dari salah satu organisasi kewartawanan di Jawa Barat.

Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor ke setiap agen pangkalan gas elpiji. Dalihnya mau mengadakan Diklat Jurnalis. Selanjutnya menawarkan souvenir berupa topi, t-shirt organisasi kewartawanan dan baru-baru ini terdengar meminta sumbangan terkait pembuatan spanduk penanganan pencegahan penyebaran virus covid-19.

Yang lebih mencengangkan lagi, kedatangannya itu membawa sepucuk surat resmi/profosal untuk disampaikan kepada setiap agen pangkalan gas elpiji atau korban lain yang didatanginya itu.

” Kedatangannya itu rutin hampir sebulan sekali, selain itu juga menjelang hari-hari besar mereka suka meminta sumbangan, mengaku wartawan dengan ciri-ciri menggunakan jaket kulit hitam, usianya paling juga baru 30 tahunan,” kata salah seorang pengusaha agen pangkalan gas elpiji di Cianjur Selatan.

Karena kesal dengan ulah oknum wartawan itu, ia pun memberanikan diri untuk menanyakan surat tugas dan legalitas kewartawanannya untuk di poto. Namun kedua oknum tersebut malah pergi bergegas kearah Cianjur Selatan.

” Pas saya photo surat tugasnya, kedua orang itu langsung pergi, mungkin merasa takut atau bagaimanalah, terlihat mereka buru buru naik motor pergi kearah selatan. Karena kesal dengan ulah oknum itu, saya fosting saja surat tugasnya di medsos, dengan harapan mudah mudahan pelaku akan merasa jera dan tidak mengulanginya lagi kepada siapapun, dan semoga PWI Cianjur bisa menertibkan oknum-oknum yang mencederai citra profesi jurnalis,” harapnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua PWI Kabupaten Cianjur M Ihsan, mengaku geram dengan adanya oknum yang mengaku wartawan dan mencemarkan nama baik organisasi kewartawanan, Kamis (11/06).  Karena tugas wartawan itu adalah melakukan kontrol sosial untuk mencari, menulis dan menyebarkan berita, bukan meminta sumbangan apalagi menjual propeder seperti kaos, alat tulis buku dan apapun itu.

” Perlu diketahui, organisasi kewartawanan yang sah dan diakui oleh pemerintah itu hanya ada tiga, PWI, IJTI dan AJI. Kalaupun ada organsiasi wartawan diluar itu, berati belum resmi alias abal abal,” Jelasnya kepada awak media.

Ketua PWI Cianjur menambahkan, perlu kami jelaskan baik kepada pemerintahan, instansi dan pengusaha, PWI ini baik pusat maupun daerah tidak pernah menjual propeder seperti itu. ” Adapun kalau mau berbisnis, jangan bawa-bawa nama wartawan apalagi organsiasi PWI, lebih baik bawa nama pribadinya saja. Dan kalaupun ada yang mengatasnamakan wartawan atau PWI yang menjual jual alat propeder kami, tolak saja,” ujarnya menegaskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here