Salah satu peternakan ayam di Desa Pawenang Kab. Sukabumi

Laporan : Shandi

Sukabumi, metropuncaknews.com –  Oknum pengusaha peternakan ayam yang satu ini memang bandel dan nkad. Karena ia belum melengkapi bahkan tidak punya legalitas ijin usaha maupun ijin perusahaan peternakan yang kini dilakukannya. Padahal Bupati Sukabumi telah mengeluarkan surat keputusan tentang penataan kawasan peternakan. Khususnya di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.

Ironisnya, ada beberapa peternakan ayam yang sudah lama beroperasi belum memperpanjang perijinannya. Parahnya lagi ada yang belum pernah mempunyai ijin.

Diantaranya yang diduga belum memiliki ijin berada di desa Pawenang dan Desa Babakanpanjang. Padahal peternakan itu sudah lama melakukan aktivitas dengan quota mencapai lebih dari 15.000 (lima belas ribu) ekor ayam. Sayangnya peternakan tersebut hingga saat ini belum melengkapi persyaratan perijinan usahanya.

Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (23/5) Kepala Desa Pawenang Deni menuturkan, terkait ijin perusahaan ayam tersebut, dirinya tidak mengetahuinya.

” Yang saya tahu baru ada ijin masyarakat dan rekomendasi dari desa saja. Kalau dari dinas peternakan dan DPMPTSP Kabupaten Sukabumi saya belum tahu,” kata Deni.

Ditemui ditempat yang berbeda Kepala Desa Babakan Panjang mengatakan, hanya ijin lingkungan dan rekomendasi dari desa saja.

” Sampai saat ini, pihak perusahaan belum pernah memperlihatkan surat ijin perusahaan maupun surat ijin usahanya,” katanya.

Sementara saat disambangi, Selasa (21/5) kemarin ke Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, salah seorang staf yang berkompeten dibidangnya, Budi mengatakan, dirinya pernah mendatangi peternakan tersebut bersama Satpol PP Kecamatan Nagrak.

” Terkait CV. ASB yang berada di Desa Pawenang. Awal puasa (Ramadhan) kami pernah datang ke sana. CV tersebut mang sudah mempunyai ijin sejak tahun 90an,” jelas Budi.

Lanjutnya, saat ini CV itu sedang dalam tahap pengurusan dokumen dan baru sampai rekomendasi tingkat desa, selanjutnya ke tingkat kecamatan. Sayangnya, kata Budi, sampai saat ini yang bersangkutan belum menyampaikan permohonan rekomendasi teknis ke Dinas Peternakan untuk pembuatan rekomendasi.

Terkait dengan adanya peternakan di desa Babakanpanjang, masih kata Budi, pihaknya tidak mengetahuinya. Karena berkasnya belum pernah ia terima.

” Upaya yang akan kami lakukan adalah akan menindak lanjuti laporan tersebut dan apabila perusahaan tersebut tidak mengurus legalitasnya, maka kami akan berkoordinasi dengan Gakperda Kabupaten Sukabumi untuk menindak tegas perusahaan tersebut,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here