Home Sorot Oknum Kepala Desa Diduga Potong Bansos BLT BBM dan BPNT

Oknum Kepala Desa Diduga Potong Bansos BLT BBM dan BPNT

0

Laporan : Sandi

Editor : YH

Cianjur, metropuncaknews.com – Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara (YLPKN) Provinsi Jawa Barat, kembali menerima laporan adanya pemotongan dana Bansos.

Konon menurut informasi pemotongan bansos tersebut dilakukan oleh oknum Kepala Desa melalui perangkat RT dan warung yang ditunjuk oleh kepala desa.

Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berinisial D (46) warga Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, mengaku ada kejanggalan dalam pembagian Bansos BLT BBM dan BPNT.

Ada kejanggalan itu, pembagian bantuan bukan dilakukan petugas dari PT. POS melainkan perangkat desa, kemudian uang bantuan BPNT senilai 200 ribu diambil dan disuruh mengambil sembako di warung yang telah ditentukan oleh kepala desa.

Sementara total harga sembako yang diberikan hanya senilai 115 ribu, kemudian uang bantuan BLT BBM diminta lagi 50 ribu oleh RT.

“Sembako BPNT yang diterima oleh KPM dari warung yang ditunjuk oleh kepala desa adalah beras 10 liter, telor 5 butir, kentang 2 butir, daging ayam 6 ons, kacang kedelai 2 ons, buah jeruk 3 buah dengan total harga 115 ribu rupiah,” akunya.

Adanya kejadian tersebut, ditanggapi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Yayasan Perlindungan Konsumen Nusantara (YLPKN) Provinsi Jawa Barat, Hendra Malik.

Dia mengatakan kalau kita hitung kerugian KPM dari bansos yang harusnya mereka terima 500 ribu perorang atau per KPM, jumlah kerugian KPM adalah 135 ribu rupiah yang mana 85 ribu dipotong warung, 50 ribu dipotong RT.

Nah, untuk jumlah KPM di desa Waringinsari kecamatan takokak lebih kurang 961 KPM. Jadi kalau kita totalkan 961 KPM dikali 135 ribu uang potongan, maka totalnya adalah Rp. 129.735.000 rupiah, ini pungli yang sangat luar biasa biadabnya.

“Apalagi kalau kita bandingkan kualitas dan kuantitas sembako yang diterima KPM apakah sebanding dengan harga pasar? Jangan-jangan masih ada keuntungan lagi dari jumlah uang 115 ribu itu,” katanya melalui sambungan WhatsApp, Selasa 20 September 2022.

Hendra menyambungkan, yang jadi pertanyaan lagi buat saya kemana para tikor kecamatan kok bisa terjadi hal seperti ini, jangan-jangan tikor kecamatan gak tahu atau pura-pura tidak tahu.

“Saya berharap APH bisa turun tangan menyelesaikan permasalahan ini sampai oknum bersangkutan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, kasihan masyarakat miskin terus-terusan menjadi korban,” pungkasnya.***

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version