Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Meski bermodalkan pas-pasan, Odang Rohmat, warga Kampung Tegalbungur RT 01/05, Desa Wanasari Naringgul Cianjur Selatan Jawa Barat, bertekad mengembangkan usaha pembuatan gula semut murni (GSM). Tujuannya, tak lain adalah ingin membuka lapangan kerja bagi warga diwilayahnya yang terdampak pandemi saat ini, khususnya.

Menurut informasi yang dihimpun, Sabtu (23/01), saat ini Odang sudah bisa mempekerjakan sebanyak delapan orang tetangganya di bisnis gula semut murni garapannya itu.

Salah seorang karyawan pabrik gula semut murni milik Odang, yang bernama Rini mengaku bersyukur setelah dipulangkan dari tempat kerja sebelumnya di Jakarta. Karena kini masih bisa memiliki mata pencaharian di kampung halamannya.

” Karena pandemi covid-19, saya dipulangkan dari Jakarta, dan sempat berbulan-bulan menganggur di kampung. Tapi alhamdulillah, ada tetangga saya yang membuka pabrik gula dan sayapun bisa bekerja,” aku Rini diamini Asep rekan kerjanya di pabrik gula semut murni milik Odang.

Sementara itu saat dihubungi wartawan, Odang Rohmat, sang juragan gula semut murni mengatakan, dengan menjalankan usaha gula semut murni yang sebelumnya gula aren, ia bertekad ingin membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

” Walaupun hanya baru bisa mempekerjakan delapan orang. Sebetulnya saya masih merasa kurang, apalagi banyak tetangga saya yang dipulangkan dari tempat kerjanya di Bandung dan Jakarta, padahal mereka itu tulang punggung keluarga,” kata Odang.

Selanjutnya Odang mengatakan, kenapa memproduksi gula semut. Karena ingin meningkatkan sumber daya para petani gula aren.  Khususnya di Desa Wanasari umumnya di Naringgul. Kenapa dibuat menjadi gula semut, karena hasilnya lebih bagus dan harga pasarnya pun lebih tinggi.

” Untuk harga pasaran gula aren toros paling tinggi hanya mencapai Rp. 12 ribu, tetapi kalau dibikin gula semut bisa mencapai Rp. 18 ribu bahkan lebih. Saat ini pencapaian produksi gula semut murni di pabrik saya, sudah mencapai 3 sampai 3.5 kwintal,” tuturnya.

Menurut Odang, pasar gula semut murni miliknya sudah memiliki langganan di Bandung dan Bekasi. Kedepan ia mengharapkan pabrik gula miliknya itu bisa lebih maju lagi. Sehingga keinginan memberdayakan warga sekitar lebih terbuka lebar.

” Mudah-mudahan melalui pemberitaan ini, ada pihak pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat yang mambacanya. Sehingga usaha yang saya jalankan sekarang ini bisa mendapat bantuan modal usaha. Kalau boleh jujur, saat ini alat produksian saya masih sangat prihatin untuk penghalus gulanya saja terbuat  dari batok kelapa dan alat penyaringnya pun mengunakan saringan kampung (Ayakan) yang terbuat dari bambu,” ujarnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here