Ilustrasi

Laporan : Agus Teguh

Sukabumi, metropuncaknews.com – Tradisi nyawer dalam suatu acara, baik itu hajatan mau pun reunian, di kampung mau pun kota, memang sudah ada sejak  masa tahun tujuh puluhan kesana. Namun pada tempo doeloe, biasana uang saweran itu dilipat dan dikemas dalam selembar kertas bertulisan nama pemesan lagu dan ditujukan kepada teman atau kerabatnya serta mencantumkan lagu yang dipesannya.

Kemudian MC atau pembawa acara mengumumkan serta membacakannya melalui pengeras suara. Selanjutnya, lagu dialunkan oleh sang biduan atau istilah sekarang artis. Serempak penonton berjoged dan tidak ada yang naik panggung.

Berbeda dengan nyawer di era milenial ini. Ditambah dengan perkembangan dunia hiburan dan persaingan yang semakin kompetitif. Karena menjamurnya grup musik orkes melayu yang sekarang telah berubah nama menjadi dangdut. Maka berbagai cara dilakukan untuk menarik simpatik penonton.

Salah seorang artis dangdut di Cicurug Kabupaten Sukabumi, sebut saja Dahlia (bukan nama sebenarnya), saat dihubungi Sabtu (05/01) mengatakan, ia hampir tiap malam Minggu manggung. Terkadang, dalam musim tertentu, satu minggu penuh dengan job. Biasanya, Dahlia manggung antara wilayah Kabupaten Sukabumi, Bogor dan Pelabuhan Ratu.

Ditanya soal pendapatan, Dahlia mengatakan, cukup buat membantu orang tua dan kebutuhan sekolah anaknya yang kini duduk dibangku kelas 12 jurusan perhotelan di salah sebuah SMK di Cicurug Kabupaten Sukabumi. Kebetulan putranya itu tinggal di Benteng Kota Sukabumi, tidak jauh dari sekolah.

Lebih lanjut Dahlia menuturkan, keluarganya suka bernyanyi. Alhasil Dahlia sepenuhnya didikan orang tua. “ Tapi sekarang, bapa ku kerja di pabrik dekat rumah,” aku Dahlia.

Disinggung soal saweran yang diberikan penonton diatas panggung, Dahlia menyebutkan, berapa pun yang diberikan, itu sangat dihargainya.

Hanya, masih kata Dahlia, yang suka jadi masalah adalah yang joged di panggung dengan “tangan nakalnya”. Maka untuk menjaga suasana agar tetap kondusif, Dahlia menyiasatinya agar tidak bersentuhan secara langsung.

“ Malu Mas, bila bersentuhan dipanggung dimuka umum, apalagi sekarang dangdut sudah berkelas sudah ada audisi tingkat Asia segala, kita pertahankan kesan baik itu,” tutur Dahlia, sekaligus mengakhiri perbincangannya dengan metropuncaknews.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here