Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Komunitas Islam Nuansa Dakwah menggelar pengajian rutin di Masjid Kubro KH. Abdullah Bin Nuh di Asten Panembong Cianjur, Minggu (14/10).

Puluhan akhwan-ikhwan muda, nampak tak ada beban mengikuti pengajian tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi dan mendapatkan ilmu, mereka juga bisa menambah banyak teman.

Ketua Pemuda Hijrah Cianjur (PHC.ID) Acuy mengatakan, pihaknya merasa bangga dan kagum  melihat antusias akhwan-ikhwan muda yang bersemangat mengikuti pengajian. Hal itu jelas merupakan nilai yang sangat positif.

” saya sangat senang sekali melihat generasi muda mau berkumpul di masjid mengikuti pengajian, dan mudah-mudahan tidak hanya sampai disini saja, melainkan kegiatan seperti ini harus terus berlanjut, karena Alloh sangat menyukai anak muda yang mau mendekatkan diri kepadaNya,” kata Acuy saat menghadiri undangan pengajian tersebut.

Ditemui seusai kegiatan, Muhammad Ginan mengatakan, Alhamdulillah hari ini hari Ahad tanggal 14 Oktober 2018, kami dari KIND memutuskan, para pejuang Istiqomah untuk kembali lagi mengadakan kegiatan kajian rutin, setiap bulannya di Pekan ke-2.

Selain itu, lanjut Ginan, pihaknya juga akan mengadakan program galang dana untuk saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi. Yaitu program Gasibu (gerakan sepuluh ribu), dan alhamdulilah kami juga bersinergi atau bermitra dengan aksi cepat tanggap Jawa Barat, yang dibantu sama Bang Fadil pemegang KJP di Jabar, tambahnya.

Sementara Ustad Robby Pembina Komunitas Islam Nuansa Dakwah (KIND) aktivis ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Cianjur menyampaikan, dengan mengadakan kajian ini, bukan hanya untuk komunitas Islam saja, karena pada umumnya, pihaknya menargetkan para pemuda-pemudi di Cianjur, semua bisa mengikutinya. “ Seperti diantaranya club-club motor yang ada di Cianjur,” jelasnya.

Masih dikatakannya, istilah pemuda itu identik dengan energi-energi yang sangat luar biasa. Mereka punya falsafah dan prinsip yang tidak mudah dihilangkan. Energi positif hanya bisa dialihfungsikan, diganti atau diubah menjadi energi yang layak. “ Itu bisa terjadi atas dasar keinginan dari hati dan keadaan lingkungan,” katanya.

Nah, pilihan untuk menyalurkan energi-energi itu memang tidak bisa dihilangkan. Tinggal bagaimana mereka menyikapinya. Antara disalurkan ke arah yang benar atau sebaliknya. “ Maka dari situlah akan menjadi tugas kita yang sudah lebih dulu tahu daripada mereka,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here