Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sabtu (26/12) pagi, berlokasi di Waduk Cirata-Jangari saat mancing bareng (Mabar), di Rakit MK wilayah perairan Pulo Bangkong, Desa Bobojong, Kecamatan Mande. Komunitas mancing Baraya Mancing Waduk Cirata (BMWC) Kabupaten Cianjur, tebarkan/menanam ribuan benih ikan.

Selain daripada itu, komunitas tersebut juga merekan dan bertekat untuk tidak membuang sampah keperairan waduk itu.

Dikatakan Ketua BMWC Kabupaten Cianjur, Bubung Koswara, populasi ikan di Waduk Cirata saat ini mulai berkurang. Hal itu terjadi lantaran diduga akibat krisis ekosistem di sekitar waduk akibat pembuangan sampah plastik yang tidak terkendali.

“Ya, kami menginginkan pemulihan ekosistem itu dengan cara menanam benih ikan. Serta ingin mewujudkan kelestarian alam di sekitar Waduk Cirata ini,” kata Bubung.

Abung sapaan akrabnya melanjutkan, ini kita lakukan sebagai wujud dukungan terhadap Program Citarum Harum yang telah dicanangkan pemerintah. Bahkan, saat ini alat untuk memusnahkan eceng gondok pun tengah beroperasi.

“Hulu Sungai Citarum sudah dibersihkan dari sampah dan limbah. Tinggal di sini kita menjaga perairan Waduk Cirata dengan tidak membuang sampah ke perairan dan kegiatan tanam benih ikan ini akan terus kita lakukan,” ujarnya.

Abung menyayangkan, banyak para pemancing yang membuang sampah plastik bekas umpan, bandul, makan dan minum ke perairan. Sehingga kelestarian Waduk Cirata jadi terabaikan oleh sebagian besar para pemancing.

“Dalam satu hari, jumlah pemancing bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Kita rata-ratakan saja, jika sehari pemancing mencapai 400 orang, lalu per orang membawa sampah 1/4 kilogram, berarti 100 kilogram sampah yang dibuang pemancing setiap hari. Kalau terus dibiarkan, lima tahun kedepan Waduk Cirata bisa jadi lautan sampah,” tegasnya.

Terakhir Abung mengajak semua komunitas memancing, agar melakukan hal yang serupa dengan tidak membuang sampah ke waduk dan bisa melakukan tanam benih ikan. Dengan begitu kelestarian alam pun bisa terwujud dengan cepat.

“Upaya yang sudah kita lakukan, di setiap lapak rakit menyediakan kantong sampah agar bekas umpan, bandul, makan dan minum di buang ke situ. Lalu sampahnya dibawa lagi ke darat dan dibuang ke bak TPS,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here