Dandim 0709/Kebumen saat mengunjungi Nenek Sainah di gubuk reyotnya

Laporan : Yatiman

Kebumen, metropuncaknews.com – Nenek Sainah (84)  warga Dukuh Karangpucung RT 001/03 Desa Wetonwetan, Kecamatan Puring Kebumen, tinggal sebatangkara di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Atas keprihatinannya itu, Dandim 0709/Kebumen melakukan kunjungan langsung ke Nenek Sainah, Minggu (27/1).

Setelah sebelumnya melalui pedalaman dari Personil Kodim 0709/Kebumen tentang Nenek Sainah yang tinggal  sendirian di gubuk yang terbuat dari anyaman bambu dan beberapa bagian sudah kropos dan bolong. Hingga benaar-benar sudah tidak layak untuk di tempati.

Beberapa sumber, seperti keterangan dari Kepala Dusun II Karang Pucung, Desa Weton Wetan Kec. Puring Kab.Kebumen, Rojikun mengatakan, Sainah datang ke Weton Wetan pada awalnya mencari saudaranya yaitu Nasikin. Kemudian sempet tinggal beberapa tahun. Tapi kemudian Nasikin ikut program transmigrasi ke  Sumatra.

” Sedangkan Sainah tidak mau ikut, Sainah yang tinggal sendiri  sempat mondok beberapa kali di rumah masyarakat dan akhirnya menetap di Dukuh Karang Pucung,” kata Rojikun. 

Keperihatinan pun muncul dari Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang. Karena itu, Dandim 0709/Kebumen  lansung datang ke lokasi. Setelah sebelumnya Dandim juga mengirim kan anggotanya ke lapangan untuk mengkroscek.

“ Nenek Sainah yang tidak memiliki keluarga dan belum pernah menikah ini hidupnya sendiri di rumahnya yang berdinding bambu dan berlantai tanah,” kata Dandim 

Lebih lanjut Dandim mengatakan, kesehatannya juga butuh penanganan segera. Selain itu juga butuh tempat tinggal yang layak. Kehidupannya sungguh memprihatinkan.

“ Apalagi penglihatannya Mbah Sainah sudah tidak berfungsi secara baik, juga sudah bertahun-tahun hidupnya hanya dapat berbaring di atas tempat tidur. Tak hanya itu, untuk sekedar buang hajat saja dilakukannya di atas tempat tidur,” kata Dandim menambahkan. 

 Selama ini pemerintah desa bersama warga setempat masih mau mengurus nenek yang lama merantau di Bandung Jawa Barat, Pemerintah desa menugaskan warga untuk mengurus kebutuhannya mulai dari makan hingga membersihkan tubuhnya. 

Menurut warga, rumah yang selama di tempati di bangun oleh warga sekitar. Karena dia tidak memiliki apa-apa, termasuk tanah yang ditempati merupakan  tanah milik keluarga Rojikun, perangkat desa setempat.

Kepala Desa Wetonwetan, Samsudin mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah pernah mengajukan bantuan bedah rumah pada  pemerintah. Namun tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki tanah sendiri. 

” Kalau bantuan-bantuan pangan di dapat dari perangkat desa bersama warga sekitar. Untuk menyelesaikan persoalan nenek Sainah, Rojikun yang saat ini tanahnya ditempati Nenek Sainah, mengaku tidak mempermasalahkan, jika ada pihak yang akan membangunkan rumah untuk nenek Sainah,” kata Samsudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here