Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Nenek Nasih (70) warga Kampung Sukarilah RT 02/03, Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, hidup sebatang kara. Mirisnya lagi, ia tinggal di gubuk reyot yang nyaris ambruk dengan  ukuran 4×4 meter.

Selain itu.Nenek Nasin tak pernah dapat bantuan Sosial dari pemerintah dan jaminan kesehatan apapun. Sedangkan untuk makan sehari hari, ia hanya mengandalkan belas kasihan orang lain.

Nenek Nasih menjelaskan, ia hidup sendirian sudah cukup lama. Kurang lebih sekitar 5 tahunan, karena suami tercintanya telah meninggal dunia 5 tahun yang lalu dan anaknya meninggal dunia 10 tahun yang lalu.

Ketika ditanya mengenai kartu Jamkesmas atu kartu kesehatan lainnya ia tak mengetahuinya sama sekali. Demikian juga mengenai Bantuan dana sosial dari pemerintah ia pun tak mendapatkannya. Kecuali satu tahun kebelakang, Nenek pernah mendapat bantuan sosial dari program Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT). Namun sekarang tidak mendapatkannya lagi.

Mengenai biaya untuk makan sehari hari, ia berusaha bekerja serabutan. Itu pun kalau ada yang nyuruh bekerja. Namun kebanyakannya, hanya mengandalkan belas kasihan orang lain dan tetangganya

” Kalau ada yang nyuruh kerja di kebun dengan sisa tenaga yang sudah lemah itu baru dapat upah, kalau tidak ada yang nyuruh paling tetangga yang ngasih makan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pemuda desa di Kecamatan Takokak, Muhamad Ilyas (25) mengatakan, memang benar Neneh Nasih hidup sebatang kara dan menghuni rumah reyot ukuran 4x4meter.

Selain makan sehari – hari mengandalkan belas kasih dari orang lain, juga tidak mendapat bantuan sosial apapun termasuk tidak mendapat bantuan kesehatan lainnya.

Usut punya usut, ternyata Nenek Nasih tersebut tidak memiliki E_KTP. Nenek Nasin hanya memiki Siak KTP alias KTP manual, tempo doeloe. Jadi ling akses datanya tidak tercatat diselver secara Nasional. Hingga satu tahun yang lalu BPNT nya tidak mendapat kan lagi.  ” Bantuan BPNT nya  didelet,”jelas Ilyas.

Dari saat BPNT nya distop, Ilyas langsung melaporkannya pada Ketua RT/RW, Kepala Desa dan ke pihak Kecamatan. Namun hingga kini E_KTP nya belum pula keluar.

Karena itu, Ilyas memohon bantuan pada pihak pemerintah. ” Pak Camat,  DPRD dan pada Pemkab Cianjur mohon bantuannya supaya Nenek Nasih hidupnya layak seperti orang lain,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here