Nenek Edah saat bincang-bincang dengan awak media

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Diusia senjanya, Nenek Edah (75) bersama seorang anaknya yang menderita gangguan jiwa (ODGJ), tinggal digubuk reyot berukuran 4 X 4 Meter, di Kampung Bojong Terong RT. 01/02 Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Kabupten Cianjur, Jawa Barat.

Nenek Edah memang mempunyai dua orang anak laki-laki. Satu sudah menikah dan bekerja di luar kota, sementara yang satunya lagi tinggal serumah bersamanya.

Kondisi gubuk yang dihuninya sudah hampir ambruk, karena lapuk termakan usia. Maka dengan keadaan seperti itu jelas sangat membutuhkan bantuan baik dari pemerintah maupun dermawan.

Ironisnya, Nenek Edah yang sudah tua, jompo dan jelas-jelas tiidak mampu ini, kurang mendapat perhatian dari pemerintahan setempat. Bahkan, konon katanya, Nenek Edah tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Baik pemerintah pusat mau pun pemerintad daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Nenek Edah dalam sehari-harinya kadang makan kadang tidak. Sedangkan pemberian dari tetangga, mungkin itu hanya alakadarnya saja.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin, serta Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Inilah tempat tinggal Nek Edah bersama anaknya

” Semenjak ditinggal suami, nenek tinggal dirumah bersama anak nenek yang kondisinya tidak normal seperti anak-anak yang lainnya, anak yang satunya lagi sudah menikah dan bekerja di luar daerah,” kata Nek Edah saat dijumpai awak media, Kamis (27/9).

Melihat kondisi raga yang sudah loyo, saat ini nenek sudah tidak kuat untuk bekerja seperti dulu. Disisa umur ini, tak banyak yang bisa nenek lakukan. Nenek Edah hanya bisa berdo’a, ingin merasakan hidup yang layak seperti orang lain. “ Memeiliki rumah yang layak huni dan bisa makan,” pungkasnya.

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Yanto Herlambang (30) mengatakan, semenjak suaminya meninggal, Nenek Edah tinggal sendirian di rumah yang tidak layak huni. Kasihan sekali dari dulu belum pernah mendapat bantuan. Biasanya nenek Edah suka kerja serabutan. “ Mungkin sekarang sudah tua, sehinga  tidak bisa bekerja lagi dan lebih memilih tinggal dirumah dalam keseharianya,” kata Yanto pada awak media.

Sebenarnya, lanjut Yanto, Nek Edah tidak sendiri di dalam gubuk itu. Ia tinggal bersama anaknya, tapi kondisi jiwanya terganggu. Sehingga tidak bisa membantu apa-apa. “ Jangankan membantu ibunya, buat dirinya saja tidak bisa apa apa,” kata Yanto.

Selanjutnya Yanto mengatakan, atas nama pribadi dan warga, pihaknya memohon bantuan dan perhatian dari pemerintah atau dermawan, yang sekiranya sudi membantu Nek Edah. Karena keadaannya kurang mampu dan kondisinya juga sudah tua.

“ Terlebih dia harus mengurus anaknya yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ), jelas dia sangat membutuhkan uluran tangan untuk menikmati masa tuanya,” pungkas Yanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here