Laporan : Sandi.

Cianjur, metropuncaknews.com – Bersama warga, Muspika Cugenang evakuasi tumpukan sampah di sungai Cibalagung Desa Wangunjaya.

Unsur elemen Kecamatan Cugenang, melakukan kegiatan gotong royong problem solving dalam penanggulangan sampah di sungai Cibalagung, Jumat (06/12).

Kegiatan tersebut dilakukan di sekitar Sungai Cibalagung yang berada di Kampung Ciseupan RT 01/02 Desa Wangunjaya Cugenang Cianjur. Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat.

Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam penanggulangan problem solving tersebut, Camat Cugenang, Kapolsek Cugenang, Danramil Cugenang, Anggota Polsek Cugenang, Anggota Koramil Cugenang, Komunitas Penggiat Alam Cugenang (KOMPAC) dan Warga Desa Wangunjaya.

Kepada awak media, Kapolsek Cugenang Kompol Iwan Mustahan S.H mengatakan, kegiatan bersih-bersih sungai ini, dilakukan bersama Muspika Cugenang. Yakni terdiri dari Camat dan stafnya, Danramil dan anggotanya, Komunitas Pecinta Alam dan masyarakat. Tujuannya adalah, untuk mewujudkan terciptanya kebersihan di wilayah Kecamatan Cugenang.

” Menyikapi hal itu, kami tekankan kepada seluruh warga sekitar, agar sadar bahayanya membuang sampah sembarangan dan tidak lagi membuang sampah ke sungai, karena akan mengakibatkan banjir dan terjangkitnya penyakit,” kata Kompol Iwan Mustawan SH.

Lanjutnya, untuk kedepannya akan disediakan tempat pembuangan sampah oleh pihak desa. Selain itu, rencananya akan disediakan juga armada untuk mengangkut sampah.

” Hal itu, tentunya sangatlah penting untuk mewujudkan sungai dan lingkungan bersih sampah. Maka dengan kerja bakti inilah aliran sungai bisa menjadi bersih, sehingga bisa dimanfaatkan untuk irigasi dan kebutuhan masyarakat, serta terbebas dari bahaya penyakit dan bencana alam,” ujarnya.

Terakhir, lanjut Iwan, dalam mewujudkan Cugenang yang terbebas dari sampah, tentunya diperlukan adanya fasilitas sarana dan prasananya.

Sementara Ketua Komunitas Penggiat Alam Cugenang (Kompac) Septianan Hidayatullah menuturkan, bergerak nyata adalah kewajiban kita sebagai penggiat alam ketika dibutuhkan. Karena penanggulangan sampah adalah tugas kita bersama.

” Kami berharap ada regulasi secepatnya tentang penanggulangan sampah, khususnya peraturan desa (Perdes), jadi setiap desa harus mengedukasi warga yang ada di bantaran sungai dan lingkungan, serta tatakelola tentang sampah,” ujar Septiana Hidayatullah atau yang akrab disapa Apep.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here