Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Musyawarah Desa (Musdes) Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Cianjur, Kamis (25/06), berakhir dengan kericuhan. Kursi dan laptop pun jadi sasaran amuk massa. Padahal, Musdes tersebut dihadiri Kasi Pem Kecamatan Sukaluyu, Kepala Desa Sukaluyu, Bhabinkamtibmas, pengurus Karang Taruna dan belasan orang tokoh masyarakat Desa Sukaluyu.

Selesai melaksanakan Musdes perubahan anggaran Dana Desa (DD) tahap dua dengan ditandai mengetuk palu. Tak lama kemudian masyarakat dan pengurus Karang Taruna banyak yang melontarkan pertanyaan pada Kepala Desa dan pada BPD. Tak terima dengan jawaban BPD, pengurus Karang Taruna langsung berontak. Kericuhan pun tak dapat dihindari, hingga kursi dan laptop berterbangan diamuk massa.

Salah seorang tokoh masyarakat yang namanya minta dirahasiakan menjelaskan, kejadian tersebut diduga buntut dari Pilkades  beberpa bulan lalu. Diduga kuat karena dukungannya kalah.

Selain itu pihak Karang Taruna sebelum kades terpilih H..Uher Suherman, selalu punya jatah proyek pembangunan dari dana DD, APBD mau pun dari Banprov. Namun sekarang tidak beri jatah ptoyek apapun.  Hingga oknum pengurus Karang Taruna saat selesai Musdes minta diterbitkan SK kepengurusan baru Karang Taruna, karena masa berlaku kepengurusannya sudah habis.

Tuntutan tersebut, dijawab oleh Kepala Desa dengan bahasa yang santun juga realita. ” SK akan diterbitkan setekah dilaksanakannya pemilihan kepemgurusan karang tarina secara demokrasi,” jelas Uher.

Demikian pula tuntutan dari pihal Karang Taruna dijawab oleh Ketua BPD Deni Sudiana Sp.I dengan jawaban diplomasi. Namun nampaknya agak sedikit memancing emosi pihak Karang Taruna. Hingga terjadi kericuhan. Oknum dari Karang Taruna menyerang BPD dengan nada keras, sambil melempar lemparkan kursi kearah pemimpin Musdes.

Karuan saja seluruh peserta Musdes yang berada di dalam aula Desa Sukaluyu, sontak berhamburan keluar dari ruangan aula. Karena takut terlempar kursi. Hingga beberapa kursi rusak dan laptop milik Kasi Pem Kecamatan Sukaluyu rusak berat, karena jatuh dari atas meja terlepar kursi. “ Seletah suasana reda, Ketua BPD Sukaluyu langsung mengundurkan diri dari jabatannya,” ucap seorang tokoh masyarakat, Jumat (26/06).

Sementara itu, Kepala Deaa Sukaluyu H. Uher Suherman mengatakan, setelah hasil Musdes perubahan diputuskan, mendadak banyak pertanyaan diluar Musdes. Utamanya dari pihak pengurus Karang Taruna minta diterbitkan SK baru. Hal itu bukan tidak akan di SK kan tapi susunan kepemgurusannya minta dibentuk terlenih dahulu melalui pemilihan secara demokratis.  

Setelah itu, Ketua BPD menguatkan jawaban Kades. Namun tak lama kemudian langsung adu mulut dan ricuh. Hingga 3 buah kursi rusak dan satu buah laptop milik Kasi Pem Kecamtan Sukaluyu rusak berat. Kejadian ricuh teraebut langsung saat itu pula bisa diredam, hingga tidak ada permasalahan lagi.

“ Memgenai mundurnya Ketua BPD dari janatannya, itu semua hak mereka. Silahkan saja tanyakan pada Ketua BPD Sukaluyu Deni Sudiana,” ujar Suherman.

Dilain pihak, Ketua BPD Sukaluyu Deni Sudiana menjelaskan, kejadian terjadinya ricuh, itu diawali dari miskomunikasi saja. Sekarang sudah gak ada apa-apa, kemarin juga langsung damai.

“ Kalau mengenai mengundurkan diri dari jabatan BPD Sukaluyu, itu bukan karena adanya ricuh kemarin, melainka.banyaknya pekerjaan di Kampus dan melaksanakan tugas lainnya di luar desa, kerena takut mengecewkan berbagai pihak, maka lebih baik mundur,” jelas Deni Sudiana, pada awak.media, Jumat (26/06).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here