Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Salah seorang santri Pondok Pesantren Bahrul Ullum di Kampung Leles Desa Pusakasari Kecamatan Leles Cianjur Selatan Jawa Barat, menjuarai Lomba Hafidz Qur’an 30 Juz di MTQ tingkat kabupaten yang digelar di Kecamatan Warungkondang baru-baru ini.

Melihat kepiawaian dan prestasi yang diraih Muhammad Rayi Harun Al-Rosid, diharapkan kelak santri yang menjuara MHQ 30 Juz ini mampu mengangkatkan nama Cianjur ke tingkat nasional mau pun internasional.

Menurut keterangan, Muhammad Rayi Harun Al-Rasid ini, pernah masuk di GP2Q di awal 2014. Lulus di tahun 2016 dan diwisuda langsung oleh Bupati Cianjur.

Selain itu, pada tahun 2019, Muhammad Rayi Harun Al-Rasid juga mengikuti ajang STQ 20 Juz, mewakili kecamatan dengan prestasi yang diraihnya masuk kelima besar Tingkat Provinsi.

Putra ke-3 dari dari 4 bersaudara ini memang terkesan memiliki sifat tekun dan ulet dalam belajar dan menghapal. Terlebih dalam hal menghapal ayat-ayat Suci Al-quran.

Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ullum yang merupakan ayahanda Muhammad Rayi Harun Al-Rasid mengatakan, itu sebagai bukti menjadi sahabat Al-quran itu bukan harus diikuti oleh semua umat. Melainkan harus sering-sering membaca Al-qur’an.

” Menurut saya, ini adalah bukti bahwa menjadi sahabat Al-quran itu bukan harus diikuti semua umat. Tetapi setidaknya dengan sering membaca Al-quran maka kita akan semakin hapal, sebab dibacanya berulang-ulang dan dimaknai berkali kali,” ujar pimpinan ponpes tersebut, Selasa (04/01).

Menyikapi hal tersebut, sungguh sangat disayangkan, karena sampai saat ini belum ada dukungan dari pemerintah setempatterhadap Muhammad Rayi Harun Al-Rosid. Padahal presetasinya sudah mampu mengangkat nama baik wilayah kecamatan tersebut.

” Biarlah urusan itu menjadi penilaian publik, karena secara masyarakat umum sudah  mengetahuinya,” tegasnya.

Lanjutnya, yang pasti sejak beberapa tahun kebelakang, sebagai orang tua dan pihak keluarga rela menyelesaikan semua biaya dan pengurusan lainnya, tanpa harus di bantu oleh pihak pemerintah. Sekalipun kita berangkat atas nama perwakilan pemerintah setempat.

” Intinya begini, menjadi sahabat Al-Quran itu tidaklah sulit, asal kita sering membacanya. Masih sulit menjadi sahabat pemerintah, sekalipun kita sering mengunjungi dan membesarkannya. Buktinya saja, sampai hari ini tidak ada dukungan yang ekstra dari pihak pemerintah,” pungkasnya.

Heni Hendrawati ibunda Muhammad Rayi Harun Al-Rasid alias Umi menambahkan, sekalipun keadaannya sepeti sekarang ini, mohon do’a dan dukungannya saja.

” Umi tidak bisa berkomentar banyak, mohon doa dan dukungannya saja untuk Rayi, supaya bisa mengantarkan Kabupaten Cianjur ke tingkat Provinsi di awal Maret 2020 mendatang,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here