Miris…Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM Di Tasela Banyak Tidak Tepat Sasaran

0
170

Laporan : Yosef Candra Iskandar

Editor : Yanto Hidayat

Tasikmalaya, metropuncaknews.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) subsidi bahan bakar minyak (BBM) Tahun 2022 sebesar Rp 600.000. Penyaluran bantuan BLT BBM Rp 600.000 dibagi ke dalam dua tahap, yaitu Rp 300.000 di bulan September dan Rp 300.000 di bulan Desember mendatang, selain uang tunai juga ada Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp. 200.000 untuk kebutuhan pembelian Sembako, bulan September dan Oktober.

Namun sangat disayangkan, banyak data dan fakta dilapangan khususnya wilayah Tasik Selatan, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapat bantuan tersebut banyak yang tidak tepat sasaran sebagaimana yang telah ditentukan dalam aturan sasaran penerima Bantuan Langsung Tunai Subsidi BBM.

Dalam ketentuan sasaran penerima Bansos BBM diantaranya, warga miskin atau rentan miskin, bukan ASN, bukan anggota TNI dan Polri, terdaftar sebagai KPM atau Keluarga Penerima Manfaat dalam DTKS Kemensos serta pekerja dengan penghasilan dibawah Rp. 3,5 juta/bulan, namun hal tersebut banyak kajanggalan, ada penerima Bansos yang punya toko, pensiunan, satu rumah suami istri mendapat bantuan, belum lagi yang masih status belum kawin alias lajang pun terdaftar menjadi penerima Bansos.

Mamat (48) warga rancamaya Desa Karangnunggal saat bincang-bincang dengan MP mengeluh. “Saya tidak menerima bantuan pak, saya kesini mengantar mertua, tapi saya lihat tetangga dan orang-orang yang mendapat bantuan, jauh di atas saya penghasilannya, jujur pak, saya merasa pemerintah pilih kasih, warga yang betul-betul layak tidak pernah mendapat bantuan, entah siapa yang salah pak dalam hal ini, yang jelas masih banyak warga yang layak tidak mendapat bantuan,” ucapnya.

Pantauan MP pun dilapangan sangat menyayangkan dengan adanya penyaluran Bansos yang tidak tepat sasaran, memang melihat data dari tiap desa banyak yang membuat warga lain marah, kami (MP) memantau langsung, ada banyak penerima bansos yang mempunyai warung dan toko, titel haji dengan penghasilan tinggi, pensiunan bahkan lajang yang masih setatus pelajar, belum lagi yang sudah meninggal beberapa tahun pun masih terdaftar menjadi penerima bansos tersebut.

MP pun meminta tanggapan kepada salah satu Kades di Tasela yang enggan disebut namanya terkait dengan carut marutnya data penerima Bansos tahun 2022.

“Betul, kami pun sangat menyayangkan dengan adanya ketidakvalidan data penerima Bansos, yang akhirnya kami yang kena dampak emosi warga, kami tidak menutup mata benar fakta yang kami lihat banyak warga yang mendapat bantuan tersebut tidak sesuai kriteria kelayakan.” Ungkapnya.

“Kami tidak menyalahkan opini masyarakat tentang apa saja yang terjadi dilapangan, karena memang faktanya seperti itu, namun kami terus berupaya mencari solusi, karena kami pihak pemdes selalu update ulang setiap perubahan-perubahan data masyarakat melalui sistem DTKS, namun ketika bantuan turun masih belum berubah data tersebut masih muncul, entah di mana kelemahan ini terjadi, yang jelas pihak Pemdes tentunya semua desa terus melaporkan status-status perubahan data masyarakat,” pungkasnya.

Ini menjadi fakta semrawutnya sistem yang terjadi di negara kita, kegaduhan, dan kecemburuan sosial di masyarakat akan terus muncul, selama ini hanya menjadi wacana-wacana evaluasi Pemerintah, sedangkan fakta terus terjadi tanpa ada perubahan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here