Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Termasuk merawat tempat dan atau monumen bersejarah.

Seperti di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat, ada monumen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Yaitu di jembatan  Cisokan lama, tepatnya di Kampung Pasanggrahan RT 02/02 Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.

 Konn katanya, pada zaman penjajahan tempoe doeloe sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, pernah terjadi 2 kali perang sengit di jembatan tersebut. Kini, jembatan lama Cisokan menjadi saksi bisu. Untuk mengenang kejadian tersebut, dibuatkan monumen dan tugu. Tapi entah kenapa, benda bersejarah itu  seakan tidak pernah terawat dan dilupakan warga mau pun pemerintahan setempat. Sungguh sangat memprihatinkan.

Ketua Lembaga Kebudayaan Cianjur Abah Ruskawan saat  dikonfirmasi awak media, Senin (16/8/2021) memaparkan, perang sengit pertama di jembatan Cisokan atau yang kerap kali disebut perang Konvoi terjadi pada 10 Nopember 1945. Perang konvoi kedua terjadi pada akhir 1946. Kedua perang itu, terjadi antara para pejuang Kemerdekaan Indonesia dengan pasukan Inggeris. Ada pun pejuang Indonesia, diantaranya pasukan Polisi, pasukan Banteng, pasukan Hijbullah dan pasukan Tentara Keaman Rakyat (TKR). Mereka berjuang melawan Ghurka dibawah pimpinan pasukan Inggris.

Dua peristiwa perang konvoi yang sangat dahsyat sersebut, dikenal banyak orang dan menjadi sejarah perjuangan bangsa. Maka Komandan Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Ciranjang, tahun 1954, membuat Tugu Peringatan perang tersebut. Tugu tersebut diresmikan sejak tahun 1974. Acara tersebut digagas Kapten Mukti Danramil Ciranjang saat itu.

Ironisnya, tugu perang yang dipasang di pinggir jalan lama. Tepatnya di kebun pinus dekat ujung jembatan Cisokan, sekarang nampaknya tidak terurus. Hingga tertutup rumput liar, cat sudah kusam dan warna hitam sudah tidak ada. Demikian juga jembatan lama Cisokan yang menjadi saksi bisu, sudah terlihat lapuk dimakan usia.  

Tugu perang dan jembatan Cisokan lama, usianya sudah cukup lama. Maka sangat beralasan jika tugu perang tersebut dijadikan cagar budaya.  Namun  tentunya  harus dipelihara, diurus dengan intensif.

Kini yang menjadi pertanyaannya, siapa yang harus merawatnya. Supaya situs sejarah tersebut tidak hilang begitu saja. Tidak hanya itu jalan lama menuju jembatan lama Cisokan pun sudah dipenuhi kolam lele yang tidak terurus, hingga nampak kumuh.

“ Pada Pemkab Cianjur, Kodim 0608, Polres Cianjur dan Lembaga Dinas lainnya, mohon petunjuk dan arahan supaya seluruh situs bersejarah di Kabupaten Cianjur terpelihara dengan baik dan intensif,” kata Abah Ruskawan sekaligus menutup pembicaraannya dengan awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here