Laporan : Yadi

Cianjur, metropuncaknews.com – Keluarga Taopik warga Kampung Mayadita RT 03/04 Desa Munjul Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, telah lama mendiami gubuk reyot yang nyaris ambruk.

Rumah tersebut dihuni Taopik beserta istri dan dua anaknya itu, sudah lama tidak pernah mendapat perbaikan. Karena faktor ekonomi, Taofik pun pasrah menerima semua itu.

Taopik (51) menerangkan, pihaknya telah lama menghuni rumah reyot yang nyaris ambruk itu. Taopik menegaskan, ia bukannya tidak mau memperbaiki rumahnya iu. Persoalannya kata Taopik, karena faktor ekonomi yang kurang mendukung.

Pasalnya, Taopik tidak memiliki pekerjaan. Taopik hanya pekerja serabutan. Artinya, kalau ada yang nyuruh kerja baru ia dapat upah. Kalau tidak ada, ia pun hanya pasrah menanti belas kasihan orang lain.

Ironisnya, kondisi rumah reyot yang nyaris ambruk tersebut telah diketahuinya pihak Pemerintah Desa Munjul. Namun entah kenapa hingga kini belum ada perhatian serius dari Desa Munjul.

” Saya bukan tidak mau memperbaiki rumah, tapi tidak punya uang, karena tidak memiliki penghasilan tetap melainkan usaha serabutan yang hasilnya untuk beli beras dan ikan asin saja masih kurang,” aku Taopik.  

Sementara itu, Kepala Desa Munjul Yoyo Kuswoyo mengatakan, memang benar bahwa keluarga Taopik mendiami rumah tidak layak huni. Rumah sudah reyot dan nyaris ambruk. Bahkan dibagian dapur sudah banyak genting yang berjatuhan dan bilik bambunya sudah jebol.

Menurut Yoyo, Pemerintah Desa Munjul sudah dua kali mengajukannya program Rutilahu ke Pemkab Cianjur. Namun entah kenapa hingga kini masih belum ada realisasinya,

” Pengajuan yang pertama pada Pemkab Cianjur yaitu pada tahun 2020 dan ajuan yang kedua kalinya pada tahun 2021, namun hingga kini belum ada titik terangnya,” jelas Yoyo.

Maka dengan itu, pihaknya akan terus berupaya untuk merenovasi, membangun rumah keluarga Taopik. “ Minimal bisa berteduh dan tidak riskan ketika sedang dihuninya, utamanya saat turun hujan lebat dan angin kencang,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here