Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Merasa diperlukan tidak adil, warga Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung Cianjur, ancam akan lakukan aksi unjukrasa.  Pasalnya, bantuan sosial yang dikucurkan Pemprov Jabar berupa paket Sembako senilai Rp 350 Ribu dan uang tunai Rp 150 ribu pembagiannya di Desa Hegarmanah dinilai warga tidak adil.

Soalnya, jatah bantuan untuk warga Desa Hegarmanah dari Pemprov Jabar sebanyak 341 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan tersebut untuk seluruh warga Desa Hegarmanah yang terdampak pademi Covid 19.

Namun yang dapat bantuan dari Pemrov tersebut hanya warga dari dua ke RW an saja. Yakni warga Kp Cibodas RW 02 dan warga Kp Pasir Rahong RW 03. Sedangkan warga RW lainnya yang ada di Desa Hegarmanah, tidak seorangpun yang kebagian bantuan dari Pemrov Jabar tersebut. Karena itu, warga berang dan merasa dikucilkan. Warga menuding, Kades Hegarmannah pilih kasih.

Adanya hal tersebut, warga RW lainya yang tidak kebagian Bansos akan melakukan unjukrasa, ke Kantor Desa Hegarmanah. Bahkan akan melakukan unjukrasa hingga ke Kecamatan Bojongpicung.

Salah seorang tokoh pemuda Desa Hegarmanah, warga Kp Sukamanah RW 07, Gungun Gumelar (45) mengatakankan, memang benar, menerima Bansos dari Provinsi Jabar untuk warga Desa Hegarmanah, sebanyak 341 KPM. Namun yang jadi masalah, kenapa bansos tersebut hanya diberikan pada warga yang ada RW 02 Kp Cibodar dan warga RW 03 Kp Pasir Rahong.

Warga menuding, hal itu terjadi karena Kp Pasir Rahong adalah kampungnya Kepala Desa Hegarmanah. Sedangkan Kampung Cibodah warganya mayoritas sanak saudaranya Kepala Desa. Tentu saja semua itu membuat kecemburuan sosial warga RW lainnya. Hingga warga menuding Kepala Desa Hegarmanah pilih kasih.

Lebih lanjut Gungun mengatakan, jangan beralasan didaftarkan oleh siapa warganya itu. Karena pihak desa pun bisa mendaftarkannya secara langsung. Seperti halnya desa lainnya yang ada di Kecamatan Bojongpicung, mendaftarkan warganya pada pihak Provinsi Jawa Barat.

“ Maka dengan adanya kejadian tersebut, kami bersama warga RW lainnya, dalam waktu dekat akan melakukan aksi unjukrasa ke kantor Desa Hegarmanah dan Kecamatan Bojongpicung,” ucap Gungun, pada awak media.

Sementara Kepala Desa Hegarmanah Jajat (50), setelah selesai menyaksikan pembagian bansos provinsi di Kantor Desa  Hegarmanah mengakui, kalau yang mendapat jatah bantuan dari Pemprov Jabar itu hanya dua RW saja.

Namun Jajat menegaskan, itu semua bukan didata atau didaftarkan pihak desa. Melainkan didaftar dan diajukan oleh warga dan  masing-masing Ketua RW melalui HP pemberian dari Gubernur Provinsi Jawa Barat. Warga RW lainnya yang tidak dapat, Jajat mengaku tidak tahu menahu. Jajat malah menyebutkan, pihaknya juga kurang begitu memahami. Padahal jauh sebelumnya dilaksankan Bimtek.

“ Selain itu, warga RW lainnya untuk diajukan kan lagi rasanya tidak mungkin, karena pembagian Bansos provinsi yang ke 2 kalinya juga yang terakhir, rasanya percuma kalau diajukan pula,” kilah Jajat pada awakmedia, Senin (13/07).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here