Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Kesal menunggu janji yang tak pernah ditepati akan dibangunkan irigasi oleh perusahaan Kolam Ikan JP di Kampung Cibihbul RW 06 Desa/Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, akhirnya seluruh petani warga Bojongpicung membangun irigasi sendiri.

Pembangunan irigasi itu berhasil dilakukan para petani secara gotong royong. Sedangkan dana untuk pembangunannnya, didapat dari hasil swadaya.

Ketua Kelompok Tani Sariwangi Bojongpicung, Ali Sadikin (55) menjelaskan, bendungan air kali Cibaregbeg yang biasa disebut Bendung Cibihbul itu, sudah lama ada. Namun terbuat dari beronjong kawat yang disi batu. Sekarang kondisinya sudah rusak berat, hingga debit air yang masuk ke sawah seluas kurang lebih 20 Ha tidak mencukupi.

Karena itu, pihaknya bersama seluruh petani dan masyarakat sepempat, berupaya membangun bendungan air Cibaregbeg permanen dengan ukuran panjang 7 meter, lebar 1 meter, tinggi 1,5 meter. Selain itu, bangunan sayap untuk terjunan air sepanjang 3,5 meter.

Pembangun bendungan tersebut, dibiayai hasil urunan masyarakat, plus tenaga gotong royong. Hasilnya, hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 pekan pembangunan Bendung Cibihbul selesai dibanguan dengan hasil yang maksimal.

“ Kini, sawah seluas 20 Ha yang ada di Blok Rawa Jati Desa Jati dan Blok Pasir Kuray Desa Bojongpicung,  rata terairi sampai ilir. Hingga mampu meningkatkan hasil pertanian dan sekaligus dapat membantu meningkatkan kesejahtraan masyarakat,” ujar Ali.

Sementara itu, tokoh petani Kecamatan Bojongpicung Amim Hidayat, menambahkan, pembangunan bendung Cibihbul mulanya akan dibangun pihak perusahaan kolam ikan PJ Cibihbul. Namun hingga kini tak ada realisasinya. Padahal janjinya sudah cukup lama kurang lebih sudah 2 tahun.

Akibat adanya perusahaan tersebut, aliran air Cibaregbeg separuhnya dimasukan untuk mengairi kolam ikan seluas 2 Ha. Sedangkan  pembuangan airnya tidak ke saluran tercier, melainkan dibuang ke kali Cibaregbeg lagi yang ada di bagian ilir bendungan.

Tentu saja hal tersebut jadi mubazir. Karena airnya tidak bisa dimanfaatkan petani. Karena airnya tidak masuk ke sawah yang ada di Blok Rawajati dan Blok Kampung Pasir Kuray yang luasnya 20 Ha lebih.

“ Karena itu, seluruh masyarakat petani yang masuk dalam wadah Kelompok Tani Sariwangi membangun irigasi dengan swadaya.  semoga kedepanya para petani tidak lagi berebut air untuk mengairi sawahnya, kolam dipemukiman warga dan kolam yang berada di depan tempat ibadah,” ucap Amim, Jumat (17/09).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here