Prnulis saat mendatangi tempat ritual di Sendang Prprh

Liputan : Djaka Kumara

Yogyakarta, metropuncaknews.com – Sendang Pepeh dikenal sebagai tempat mencari pesugihan. Setiap 1 Suro dan dihari-hari tertentu seperti Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, ratusan orang pemburu berkah menunggu giliran masuk kamar gelap di dekat sendang yang terletak di sekitar Pantai Parang Tritis ini.

Tujuannya hanya dua, untuk memperoleh benda pusaka atau berburu pesugihan serta makhluk halus. Orang-orang yang datang itu dikenal dengan sebutan mencari ‘teman kerja’.

Sendang Pepeh terletak di ujung pantai Parang Tritis bagian timur. Di daerah ini diyakini dihuni ribuan makhluk halus yang dipimpin Raja Jin yang bernama Haji Islah.

Ya, Desa Parang Tritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta tidak hanya terkenal karena panorama pantainya yang indah. Tempat-tempat keramat banyak ditemui di sekitarnya.

Dari Cepuri yang diasumsikan sebagai area pertemuan Nyi Roro Kidul dengan Raja Mataram pertama, Panembahan Senopati. Sampai Parang Endog dengan Gua Drajat, Gua Semar, Gua Langse, Gua Jodoh, dan Gua Setan yang semuanya bernuansa mistis.

Malah hotel megah yang dibangun di area ini juga bernuansa sama. The Queen of the South menyimpan berbagai misteri itu. Dari restonya, pantai, kolam renang, hingga kamar-kamar memberi kesan itu. Bisa dipahami, karena yang mengarsiteki hotel ini adalah spiritualis. Dari letak, bentuk bangunan, sampai pemilihan cat ditentukan berdasar pawisik atau Bisikan gaib.

Begitu juga Sendang Pepeh. Sepintas, kawasan ini tidak menarik untuk dikunjungi. Sebab kesan angker yang membuat bulu kuduk berdiri itu sudah terasa sejak dari kejauhan. Tapi demi hajad kemulyaan dunianya terlaksana, dan tercapai niat untuk berkolaborasi dengan makhluk halus, maka banyak yang mendatangi dan ngalap berkah di Sendang Pepeh ini.

Sendang Pepeh terletak 2 km dari pantai Parang Tritis. Tepatnya berada di ujung pantai sebelah timur. Menuju ke tempat ini tidak terlalu susah. Namun, harus melalui semak-semak dan puluhan kandang kuda yang bau kotorannya sangat menyengat hidung.

Suasana angker begitu kental ketika melihat rumah berukuran 6 x 10 meter yang terletak di pojok tebing pantai ini. Kalau tak terbelit masalah dan keserakahan harta dunia serta ada keperluan yang mendesak, mungkin tak bakalan ada orang yang berani mendekat.

Di sekeliling rumah ini terdapat pohon mahoni dan kamboja. Dua pohon itu bukan sekadar pohon. Dalam pandangan penduduk setempat, pohon itu adalah bagian dari ritus setan. Sebab selain di pohon itu diyakini punya penjaga, juga tanamannya mengandung nilai mistik yang tinggi.

Bagi pemburu berkah, mereka yang menginginkan kaya mendadak, kesan angker dan menakutkan itu sirna. Hati mereka sudah kelam. Terdesak nafsu, dan memantapkan niat untuk melakukannya. “ Tanpa menghitung risiko apapun juga, ” ujar Sugiman yang sehari hari merawat kuda, yang letaknya tidak jauh dari Sendang Pepeh.

Buktinya, Sendang Pepeh tak pernah sepi. Pengunjung selalu berdatangan dari berbagai pelosok negeri. Mereka melakukan ritual di daerah ini, bertapa berhari-hari dengan satu tujuan ingin menjadi kaya materi.

” Memang di tempat ini terkenal dengan pesugihannya mas, saya sering melihat orang bertapa berhari hari di tempat ini. Ditempat ini kebanyakan yang datang orang yang menginginkan pesugihan dengan makhluk halus yang bernana Tuyul, ” jelas Sugiman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here