Oleh : Djaka Kumara

Jogjakarta, metropuncaknews.com – Di telinga kita, sering  mendengar tentang pesugihan. Yaitu cara instan untuk mendapatkan kekayaan serta kejayaan dunia. Kata pesugihan berasal dari kata “SUGIH” atau kaya. Namun konotasi dari pesugihan itu sendiri adalah mendapatkan kekayaan dari memuja setan dan dikatagorikan mencari kekayaan instan yang sangat tercela.

Hasil telisik penulis, di berbagai tempat ritual, ternyata banyak orang yang melakukan ritual pesugihan. Banyak yang memimpikan untuk dapat memiliki kekayaan yang berlimpah dengan berbagai ritual pesugihan sebagai salah satu cara cepat untuk kaya. Tidak sedikit orang yang ingin mendapatkannya dengan cara cepat dan instan.

Ada banyak jenis dan macam ritual pesugihan yang berkembang di Indonesia. Masing-masing daerah dan lokasi tentu dengan karakteristik dan cara-cara tertentu. Ritual pesugihan yang dimaksud disini adalah mengadakan perjanjian dengan makhluk gaib dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus dipenuhi agar dapat mendapatkan kekayaan atau keinginanya terkabulkan.

Sepanjang pengetahuan penulis, tidak ada pesugihan yang tidak meminta tumbal nyawa. Untuk dapat lebih mengenali berbagai macam tipe atau jenis ritual yang biasa dilakukan pada saat melakukan prosesi pesugihan, maka penulis akan mengulas beberapa ritual perugihan yang sangat umum dan terkenal dilakukan di beberapa tempat pesugihan.

Cara-cara seperti ini memang dapat mendatangkan kekayaan secara singkat tanpa harus kerja keras. Namun yang harus diingat adalah di dalam melakukan ritual pesugihan ini tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh si pemohon. Dan biasanya syarat-syarat tersebut sangatlah berat. Misal harus mengorbankan nyawa atau tumbal nyawa.

Pesugihan Ngalap Berkah Dengan Perantara Pohon

Ritual pesugihan ini biasanya dilakukan pada pohon-pohon besar dengan cara melakukan tapa di bawah pohon tersebut. Dengan maksud dapat berkomunikasi dengan penguasa gaib yang menghuni lokasi tersebut.

Salah satu lokasi yang sangat terkenal dengan ritual pesugihan ngalap berkah ini adalah di lokasi pesugihan yang berada di wilayah tertentu. Di tempat ini para pelaku pesugihan melakukan perjanjian gaib dengan penguasa gaib yang ada di daerah tersebut.

Mereka akan melakukan tapa dan jika permohonan mereka disetujui maka akan ditandai dengan jatuhnya daun pohon tersebut yang akan mengenai badan mereka. Selanjutnya daun tersebut akan disimpan sebagai salah jalan datangnya kekayaan pada mereka kelak.

Ritual Pesugihan Seks

Ada beberapa tempat pesugihan yang mensyaratkan adanya hubungan badan atau hubungan seks sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi agar ritual pesugihannya dapat dikatakan berhasil. Hubungan badan yang disyaratkan pun beraneka jenisnya. Ada yang melakukan langsung dengan pasangan atau bukan pasangan. Ada yang mensyaratkan hubungan badan langsung dengan penunggu atau penguasa gaib. Ada juga yang melakukan hubungan badan secara gaib atau tidak langsung.

Salah satu tempat yang sangat terkenal dengan syarat hubungan badan ini adalah pesugihan di Gunung Kemukus. Di tempat ini pelaku pesugihan diwajibkan untuk melakukan hubungan badan dengan orang yang bukan pasangan sah nya.

Di lokasi lain misalnya di daerah Pesugihan Nyi Blorong , biasanya di rawa rawa yang berdekatan dengan pantai selatan. Seperti yang telah penulis kinjungi di ujung timur pantai Parangtritis (Sendang kali PP)

Pelaku harus melakukan hubungan badan secara langsung dengan Nyi Blorong itu sendiri di tempat kamar khusus yang telah disediakan. Di mana nantinya di dalam kamar khusus ini Nyi Blorong akan menjelma sebagai wanita cantik, dan sebagai gantinya maka Nyi Blorong akan memberikan koin-koin emas untuk imbalannya.

Ada juga persetubuhan gaib yang dilakukan sebagai syarat pesugihan. Yaitu misalnya Pesugihan Anak Dewa. Pesugihan Anak Dewa ini meminta janin sebagai tumbalnya. Dan janin ini harus dikandung oleh istri atau orang lain yang disewa sebagai tempat janin ini berada sampai nanti ketika dilahirkan si Anak Dewa akan di bawa ke alam gaib. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here