Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Kakek Sahron (96) warga Kampung Cipeusing RT 02/07 Desa Talagasari Kecamatan Kadupandak Cianjur Selatan Jawa Barat, hidup sebatang kara di gubuk reyot berukuran 2,5 x 3,5 meter tanpa penerangan cahaya listrik. Gubuk reyot tersebut berdiri diatas tanah hibah milik orang lain.

Menurut informasi warga sekitar, Kakek Sahron itu tinggal di gubuk reyot hasil swadaya masyarakat sejak 4 tahun silam dan jauh dari sanak saudara.

Mengetahui keadaan seperti itu, Ketua Korwil Cianjur Selatan Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat (KPK-Jabar) Aa Jaelani SH, mengatakan, sebagai masyarakat, seagama dan sewilayah, dirinya merasa miris atas keprihatinan yang dialami Kakek Sahron.

” Jujur saya meneteskan airmata saat melihat langsung kondisi Kakek Sahron. Ironisnya lagi, di jaman yang serba digital ini dengan anggaran begitu besar yang digelontorkan oleh pemerintah pusat dan provinsi serta daerah, baik melalui Dinas Sosial (Dinsos) juga Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan Rutilahu bisa tidak menyentuhnya,” ungkap Aa Jaelani.

Parahnya lagi, lanjut Aa Jaelani, Si Kakek Sahron ini tidak memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP). Apakah tidak terdata atau sengaja tidak ada yang mendatanya.

” Pengakuan Kakek Sahron saat saya tanya, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah maupun pusat. Selama ini untuk makan dan minum pun hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya saja,” ujarnya.

Aa Jaelani mengharapkan, semoga Kakek Sahron segera mendapatkan bantuan. ” Untuk bantuannya kan bisa darimana saja, ada pemerintahan desa disini dan sebagai fasilitator kan ada ketua RT setempat,” tegasnya dengan nada sedikit kesal.

Sementara saat dihubungi via telepon sellular, Kepala Desa Talagasari Ahmad Jalil menjelaskan, Kakek Sahron ini sudah didata dan masuk untuk mendapatkan bantuan Pandemi Covid-19 dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

” Ya, saya kan baru menjabat Kepala Desa Talagasari, mengenai bantuan Rutilahu untuk Kakek Sahron ini baru masuk kependataan. Insya Allah akan akan kami prioritaskan untuk segera mendapatkan bantuan itu,” ujar Kades terpilih Desa Talagasari.

Ahmad Jalil juga menyampaikan, selain Kakek Sahron, warga lainnya pun akan kita prioritaskan untuk mendapatkan bantuan sesuai peraruran dimasa Pandemi Virus Covid-19 ini.

” Adapun untuk masalah Bantuan Pandemi Covid-19 dari pemerintah baik dari provinsi maupun pusat, itu datanya masih tumpang tindih harus dikoreksi kembali oleh Dinsos maupun Kemensos. Lantaran setelah dicek kelapangan, ternyata penerimanya itu sudah mendapatkan bantuan baik PKH dan BPNT, jadi jangan sampai kami cape – cape mendata ternyata datanya tidak terpakai,” tegasnya.

Selanjutnya Ahmad Jalil mengatakan, selain bantuan Rutilahu dari pemerintah, pihaknya juga sudah mengajukan melalui bantuan lainya. Jadi tidak fokus pada satu titik bantuan.

” Tadi juga kami mendapat pesan watshap dari Mantri Polisi (MP) kecamatan yang isinya apabila menemukan kondisi bangunan rumah warga yang tidak layak huni harap segera dilaporkan, Alahmdulilah tadi juga sudah kita sudah laporkan, mudah mudahan Kakek Sahron segera mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here