Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sungguh memprihatinkan. S.R (16), anak pasutri Agus Endang dan Eti Suryati warga Kampung Mekarjaya RT. 003/003 Desa Nanggala Mekar, Kec. Ciranjang, Kab. Cianjur, Jawa Barat, mengalami gizi buruk. Ironisnya, menurut keterangan orang tuanya saat ditemui relawan kesahatan di kediamannya, Jumat (07/05/2021), S.R mengalami gizi buruk sejak kecil.

Dikatakan Eti Suryati, pada usia 7 bulan, S.R mengalami sakit panas tak ada henti-hentinya. Karena kondisi sosial ekonomi, paling SR hanya sesekali dibawa Puskesmas Ciranjang. Namun entah kenapa, panasnya nggak turun-turun.

” Dalam sehari karena tak kuat menahan panas, anak saya sering kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya akhirnya dibiarkan saja apa adanya (artinya kedua orangtuanya hanya bisa pasrah menerima keadaan),” kata Eti dengan suara parau dan matanya berkaca-kaca menahan tangis.

Eti melanjutkan, belasan tahun S.R terbaring lemah. Jangankan untuk bermain bersama teman sebayanya, untuk mengurus diri sendiri saja dia nggak bisa.

” Segala apapun harus diladenin, makan minum juga harus disuapin,” ucap Eti.

Diketahui Agus Endang tidak memiliki pekerjaan tetap. Saat ini pun dirinya hanya kuli serabutan sebagai pemecah batu di galian pasir yang tak jauh dari kediamannya.

” Bukannya tidak mau membawa anak saya berobat, untuk ongkos dan bekel di Rumah Sakit pun saya nggak ada. Ada untuk makan sehari-hari juga sudah untung,” aku Agus Endang.

Anak saya pernah di rawat 10 hari di Rumah Sakit, lanjut Agus, itu pun biaya dari salah seorang calon kepala desa bukan biaya sendiri.

” Waktu di rawat saat itu segala sesuatunya sudah dikondisikan. Begitu datang ke RS pun langsung dirawat,” ujar Agus.

Disinggung mengenai perhatian dari pihak pemerintah desa, Eti mengatakan, kalau perangkat desa pernah datang mendata dan menyuruh membuat no rek untuk mempermudah penyaluran donasi bantuan.

” Saya pernah disuruh membuat no rek, katanya untuk memudahkan penyaluran bantuan, tapi sampai saat ini nggak pernah ada. Padahal waktu membuat no rek saya pinjam uang sana-sini,” aku Eti.

Pada kesempatan itu, relawan kesehatan menawarkan kepada orang tua S.R agar anaknya di rawat di RS dengan biaya ditanggung segalanya termasuk ongkos dan biaya sehari-hari. Namun orangtua S.R meminta waktu untuk berunding bersama saudara-saudaranya terlebih dahulu terkait penawaran tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here