Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Miris, satu keluarga di Kampung Sunggarenkaler Desa Mekarjaya Kecamatan Mande Cianjur, tinggal di rumah berukuran 4 x 6 meter yang sudah hampir ambruk. Kondisi rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bilik itu sudah lapuk dimakan usia. Bahkan tiang penyangganya pun sudah kropos hingga ada yang menggantung tidak menapak ke tanah.

Mirisnya lagi, selain menghuni rumah yang tidak layak huni, Enyin (45/istri) menderita penyakit CKD dan Anemia menahun. Sementara, Ujang (48/suami) hanya bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

” Jangankan buat membangun rumah, untuk makan sehari-hari pun kadang ada kadang nggak. Apalagi istri saya sakit kronis membutuhkan biaya yang besar untuk berobat, dengan menjadi kuli serabutan di kampung mana cukup,” kata Ujang saat dikunjungi di gubuk reyot yang hampir ambruk itu, Senin (01/02/2021).

Ujang hanya bisa pasrah meratapi kenyataan dengan segala keterbatasannya. Padahal bukan tak mungkin baginya untuk meminta bantuan pemerintah setempat/desa, untuk memfasilitasi pengobatan gratis program pemerintah daerah maupun pusat.

” Saya tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah yang diturunkan melalui desa,” aku Ujang.

Atas kenyataan pahit tersebut, Ujang mengharapkan uluran tangan dermawan untuk membantu meringankan beban keluarganya.

” Paling tidak ada komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, sehingga pihak-pihak terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), mau turun langsung membantunya. Tetapi jangankan bantuan dinas terkait, kepala desa pun seingat saya belum pernah nengok,” ungkapnya.

Melihat kenyataan tersebut tidak mungkin pemerintah setempat/desa tidak mengetahuinya. Padahal segala apa yang berkaitan dengan warga, pemerintah desa harus mengetahui persis manakala kondisinya sangat memprihatikankan dan membutuhkan uluran tangan. Tapi itulah kenyataan yang harus diterima Ujang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here