Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sungguh memprihatinkan. Ditengah gencar-gencarnya pemerintah menggelontorkan bantuan untuk perbaikan rumah masyarakat yang rumahnya tidak layak huni.

Ternyata masih ada masyarakat yang sudah tahunan menghuni rumah yang nyaris ambruk. Siapa yang salah ? Ataukah program Rutilahu ini yang tidak tepat sasaran ?

Salah satu bukti kongkritnya, lihat saja pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lanjut usia Kakek Omon (90) dan  istrinya Nenek Odah (80) warga Kp Cibiuk RT 01 /09 Desa Sukaratu Kecamatan Bojongpicung, Cianjur. Pasutri ini sudah tahunan menghuni gubuk reyot ukuran 6 X 4 meter yang nyaris ambruk. 

Lapuk dan reyotnya gubuk tersebut, karena selama dibangun belum pernah tersentuh perbaikan. Hal itu terjadi karena faktor ekonomi. Tidak hanya itu saja, kondisi kedua orang manula tersebut sudah udur, sering sakit – sakitan. 

Nenek Odah saat dihubungi mengaku, diam digubuk reyot bukannya tidak takut ambruk. Tapi terpaksa dihuninya, karena tidak memiliki lagi tempat berteduh. 

Nenk Odah menyebutkan, dirnya merasa kerepotan kalau turun hujan lebat. Karena selain banyak genting yang bocor juga jika si Kakek Omon mau buang hajat harus keluar dengan di papah menggunakan tongkat menuju irigasi yang jaraknya cukup jauh.

Ketika ditanya mengenai bantuan sosial dari pemerintah, Nenek Odah mengatakan, ia mendapat bantuan, berupa beras satu kantong seberat 10 Kg tiap bulannya. Bila sudah habis maka ia disantuni anak dan para tetangga lainnya. “ Yah seperti nasi beserta lauknya,” ucap Nenek Odah dengan suara parau menahan tangisnya.  

Sementara itu, salah seorang pemantau pembangunan Kecamatan Bojongpicung, Erwin (47) mengatakan, gubuk reyot yang tidak layak huni di Desa Sukaratu Kec Bojongpicung, itu cukup banyak. Seperti halnya di Kampung Cibiuk RW 09, desa setempat, cukup banyak pula. Tapi yang paling parah yaitu rumah keluarga  Kakek Omon dan Nenek Omoh. 

Hasil pantauannya, mengenai kepedulian dari pihak pemerintahan desa setempat, rasanya belum terlihat ada gerakan pembangunan rumah tidak layak huni. Padahal Kades Sukaratu terpilih, saat berkampanye pernah menjanjikan pada masyarakat  akan mendahulukan memperbaiki rumah yang tidak layak huni. Namun nyatanya hingga kini belum pula ada realisasinya. 

Karena itu diharapkan pada pihak Pemerintah Desa Sukaratu, segera merealisasikannya janji saat berkampanye. “ Minimal memperbaiki rumah Kakek Omon dan pemperbaiki rumah Nenek Omoh yang kondisinya nyaris ambruk,” ucap Erwin pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here