Murid SDN Cempakawangi ini tetap semangat bersekolah meski sekolahnya memprihatinkan

Laporan: Tim

Cianjur, metropuncaknews.com – Miris, wajah dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur nampak sangat memperihatinkan. Terbukti dengan ditemukannya puluhan siswa di SDN Cempakawangi, di Desa Gandasari, Kadupandak, Cianjur. Mereka harus rela belajar di gedung sekolah yang tidak layak, bahkan beralaskan tanah merah.

Mirisnya lagi, saat musim penghujan datang, ruangan kelasnya itu menjadi becek, karena air masuk dari sana-sini.

Pemerataan anggaran pembangunan gedung sekolah di Cianjur, memang sudah menjadi ajang bisnis segelintir oknum pemilik kebijakan. Maka sangatlah wajar jika masih ditemukan adanya penampakan sekolah seperti itu.

Kendati demikian, semangat belajarnya ke 59 murid itu tidak pernah surut. Meski dengan keadaannya yang sangat mengkhawatirkan. Namun karena menurut mereka sekolah itu penting untuk menunjang masa  depan, maka hal demikian tidak dijadikannya alasan untuk tidak sekolah.

Koordinator Pendidikan Kecamatan Kadupandak, Nuhrodin saat dihubungi menuturkan, pihaknya sudah mengunjungi sekolah tersebut yang memang kondisinya menyedihkan. Selain lantainya belum menggunakan keramik, atap sekolah pun bocor akibat langit-langit yang sudah rapuh.

“ Di sekolah tersebut terdapat 59 murid, dulu lebih parah atapnya dari asbes yang sudah lapuk dimakan usia. kalau lantainya memang semua beralaskan tanah,” ujar Nuhrodin di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

Nuhrodin mengatakan, ajuan perbaikan sudah ia ajukan dan masuk ke Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Mengingat  bangunan tersebut memang harus segera direhab.

“ Nilainya saya tak tahu, semoga ada respon yang cepat untuk segera diperbaiki,” kata dia.

Nuhrodin menyebutkan, di wilayah Kadupandak ada sebanyak 40 sekolah, dan tujuh di antaranya dalam kondisi rusak.

“ Satu di antaranya adalah SDN Campakawangi yang bangunannya mengalami kerusakan parah,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, lokasi sekolah berada di pinggir jalan. Sekolah itu berada sekitar 25 menit dari pusat kecamatan.

“ Yang saya salut, meski beralas tanah para muridnya tetap semangat dan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung,” tutupnya seperti yang dilansir Cianjur Todays’, Rabu (16/1) kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here