Mediasi antara mantan peperja dengan managemen SBI di kantor Disnaker Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur, metropuncaknews.com – Mediasi kedua kalinya yang dilakukan mantan karyawan PT Sinar Budi Intraco belum juga menemukan titik terang. Pasalnya, kedua belah pihak antara mantan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja RTMM dengan manajemen perusahaan masih terus beradu argumen dan aturan.

Diketahui sebelumya, sebanyak 92 orang karyawan telah diputus kontrak secara sepihak oleh PT SBI tanpa mendapatkan uang pesangon dan hak sebagai pekerja. Sehinga berujung mediasi yang kedua kalinya di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kabupaten Cianjur, Rabu (11/4).

Ketua SPSI Kabupaten Cianjur Yulisman mengatakan, pemecatan 20 orang pekerja yang merupakan anggota SPSI oleh perusahaan secara sepihak itu tidak syah. Berdasrakan Kemenaker 2004 disitu disebutkan, salah satunya bahwa perusahaan harus mengangkat pekerja sebagai karyawan tetap.

” Kami nyatakan sekali lagi pemecetan tersebut tidak syah. Makanya kami SPSI akan terus berjuang untuk memperjuangkan hak para pekerja yang sudah diputus kerja secara sepihak,” katanya.

Menurut dia, seharusnya perusahaan tersebut menjalin kerjasama dengan pekerja demi kemajuan perusahaannya. Bukan dibuat gaduh dengan kehadiran SPSI. Karena setiap karyawan berhak berserikat.
” Makanya kami melawan pesrusahaan tersebut agar tidak semena-mena membuat aturan tanpa dilandasi dengan aturan ketenagakerjaan,” ujar Yulisman.

Yulisman menjelaskan, mediasi yang kedua kali ini yang difasilitasi pihak Dinsnakertrans belum juga ada hasilnya. Pihak perusahaan masih meminta waktu minggu depan dengan tempat sama dan jam yang sama.

” Tadi pihak manajemen menyampaikan diujung mediasinya akan memberikan hasil kesimpulan atau jawaban mediasi berikutnya dengan tuntutan dari pekerja minta dipekerjakan lagi, uang pesangon dan kartu BPJS diberikan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan manajem PT SBI  Pusat Jakarta Amang Joyo Purwoko menilai, pihak perusahaan Sinar Budi Intraco tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Ada pun itu yang sekarang menuntut bahwa mereka sebelumnya telah membuat surat kesepakatan kontrak bersama yang berakhir pada 22 Febuari 2018.
” Kami menyimpulkan, kalau menurut aturan perdata undang-undang yang dibuat dengan sendirinya. Jadi sekali lagi, pihak perushaan tidak melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak,” ucapnya.

Adapun mediasi tadi belum ada hasil kesimpulan apapun dan akan diadakan lagi mediasi minggu depan.

” Kami belum bisa menyimpulakan keinginnan dari tuntutan mereka yang ikut mediasi sekarang dan akan disampaikan hasilnya pada mediasi berikutnya,” katanya.

Sekertaris Disnakertrans Kabupaten Cianjur Heri Suparjo mengatakan, jika mediasi dari kedua belah pihak belum juga ada titik temu, pihaknya menyarankan untuk mengajukan ke pengadilan hukum indrustrial (PHI).

” Kami pihak Disnaker hanya fasilitas saja, segala masukan dan saran sudah diberikan pada kedua belah pihak, baik para mantan pekerjanya yang menuntut haknya, maupun manajemen SBI. Agar tidak ada yang merasa dirugikan dari sebagai pihak, makanya silahkan ke PHI,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here