Laporan : Sandi/Dhani/Sapta

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan warga Desa Sukajadi, melakukan audensi dengan Kepala Desa Sukajadi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Karangtengah Cianjur Jawa Barat, Kamis (13/02).

Auden tersebut dilakukan, tak lain adalah untuk mempertanyakan kejanggalan selama selama masa kepemimpinan Asep Sopian. Seperti tanah Carik (aset desa) yang digadaikan dengan mengatas namakan pribadi. Masalah lapang sepak bola dan perbuatan tidak terpuji mengintimidasi warga dengan membawa golok.

Sebagai penengah pada audien tersebut hadir Camat Karangtengah, Kapolsek, Koramil, Muspika Karangtengah, BPD Sukajadi dan tokoh masyarakat Desa Sukajadi.

Hasil kesepakatan sementara untuk tanah carik/aset desa warga memberi kesempatan satu Minggu untuk menebusnya dan kembali dikelola oleh desa setelah masa panen. Sedangkan untuk lapang sepak bola warga meminta lapang segera dibenahi dan memberi waktu tiga bulan.

Perwakilan dari unsur Muspika Karangtengah Mahmud menyarankan agar segera menyelesaikan permasalahn tersebut. Seperti apa dan harus bagaimana dengan masyarakat.

” Untuk menyelesaikan permasalahan ini mungkin harus dibuatkan surat kesepakatan berdasarkan hasil musyawarah bersama,‚ÄĚ kata Mahmud.

Salah sorang tokoh yang dituakan warga Desa Sukajadi Aang Gunawan memaparkan, yang dipertanyakan masyarakat itu banyak. Antara lain, tanah carik/aset desa yang digadaikan, masalah lapang sepak bola yang belum selesai padahal waktunya sudah habis.

” Wajar warga mempertanyakan kejelasan kinerja pimpinan karena banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan dan dinilai merugikan banyak masyarakat,” kata Aang Gunawan usai melaksanakan auden.

Lanjutnya, selain dari dua hal yang tadi, warga juga mempermasalahkan masalah pelayanan. Pasalnya, kepala desa susah ditemui dan terindikasi terus menghindar. Bahkan tidak tidak hanya itu saja, kepala desa juga pernah melakukan intimidasi terhadap beberapa tokoh masyarakat.

” Ya, menyikapi hal tersebut kita lihat nanti saja, soalnya kita harus berembuk dulu. Apakah dibawa ke jalur hukum atau bagaimana, saya tidak memutuskan sendiri,” tandasnya.

Masih ditempat yang sama, Camat Karangtengah Jely M mengatakan, pihak kecamatan hanya memediasi antara keinginan masyarakat dan bagaimana jawaban kepala desa. Pihak kecamatan hanya sebagai penengah tidak memihak siapapun.

” Dari hasil audien tadi, Alhamdulillah kepala desa siap untuk melaksanakan keinginan masyarakat yang dituangkan dalam surat pernyataan kesepakatan, Insya Alloh ada jalan terbaiklah,” katanya.

Sementara pada saat auden berlangsung, terlihat Kepala Desa Sukajadi Asep S menangis mengakui dan menyesali perbuatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here