Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Masyarakat Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulan Kabupaten Cianjur, Selasa (6/10) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mereka datang untuk mendesak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gudang agar segera mununtaskan berbagai permasalahan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Kepala Desa Gudang ES.

Tokoh masyarakat Desa Gudang, Ahmah Husaeni (40) mengatakan, ditemukan dugaan penyelewengan dana bantuan pemerintah. Hal itu diawali dari pembagian dana Insentif untuk guru ngaji sebanyak 34 orang yang bersumber dari Dana Desa (DD). Sedangkan didalam pagunya insentif guru ngaji tiap orangnya senilai Rp. 400 ribu,-. Ternyata ketika dibagikan hanya Rp. 200 dan Rp. Rp. 150 ribu perorangnya.

Setelah terbongkar penyelewengan insentif untuk guru gaja, ternyata masih banyak dana bantuan yang diduga diselewengkan oknum Kepala Desa Gudang. Diduga mulai dari bantuan dana pemerintah 2017 sampai dengan 2019. Hingga tercatat sebanyak 46 poin permasalahan dana bantuan pemerintah yang diduga diselewengkan oknum Kades Gudang ES.

Semua temuan tersebut telah dilaporkan pada pihak yang berkompenten dalam bidangnya pada 9 Maret 2020. Namun hingga kini tidak ada realisasinya. Karena itu, masyarakat melaporkan kembali pada 22 Juni 2020. Hingga dari pihak Inspektorat Daerah (Irda) dan PUPR Kabupaten Cianjur turun ke Desa Gudang.

Dari 26 Poin permasalahan yang dilaporkan, baru 4 poin yang ditemukan pihak  Irda dan PUPR Cianjur. Temuan penyalah gunaan anggaran tersebut senilai Rp. 50 juta. Namun 22 point lagi hingga kini masih belum ditemukan.

Maka dengan adanya itu, pada Selasa (6/10) masyarakat telah mendatangi Kantor Desa Gudang. Masyarakat saat itu diterima dan dilayani Ketua BPD  Yudistira, Ayi Nana, Agus Purnama dan Muhtar.

Pada pertemuan tersebut, masyarakat menuntut BPD supaya pro masyarakat dan BPD supaya segera melakukan tindakan terhadap Kepala Desa Gudang. Karena diduga telah banyak melakukan kesalahan. “ Bila perlu diberhentikan dari jabatan Kepala Desanya,” Ucap  Ahmad Husaeni.

Sementara itu, Ketua BPD Gudang Cikalongkulon Yudistira (45) mengatakan, memang benar adanya, pihaknya telah kedatangan 6 orang perwakilan masyarakat. Diantaranya, Onding, Deni Rustandi, Hendar, Ujang Sutisna, Iyang dan  Fandi, sambil menyerahkan dokumen dugaan penyelewengan dana bantuan yang dilakukan Kepala Desa.

Mereka meminta keadilan dan meminta BPD mengusut tuntas permasalahan Kepala Desa Gudang. Utamanya mengenai penterapan dana bantuan  pemerintah tahun 2017-2019 dan minta Kepala Desa Gudang ES,  supaya segera diberhentikan dari jabatannya.

Atas dasar pengaduan masyarakat tersebut, Yudistira menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan laporan resmi pada pihak Pemkab Cianjur. “ Khususnya pada Bupati, Irda dan DPMD Kabupaten Cianjur,” ucap Yudistira, Rabu (07/10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here