Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Kerumunan warga memadati kediaman AN di Kampung Tipar Kaler Desa Limbangansari Cianjur Jawa Barat, Jumat (31/07). Selidik punya selidik, massa yang datang itu adalah korban yang telah menjadi nasabah AN selama kurang lebih tiga setengah tahun.

Massa datang ke rumah AN untuk meminta pertanggungjawaban AN.

Pasalnya AN pernah menjanjikan pada Jumat (31/7) akan ada pencairan  dari uang arisan dan paket murah yang diikuti para korban.  

Menurut informasi yang menjadi korban penipuan tersebut jumlahnya mencapai ribuan orang. Korban adalah warga dari beberapa kota dan telah menjadi nasabah AN selama kurang lebih tiga setengah tahunan.

Beberapa korban yang berhasil dimintai keterangan di lokasi (rumah AN) mengatakan, pengerudukan itu dilakukan untuk menagih janji AN.  Karena sebelumnya AN pernah mengatakan pada Jumat (31/07) akan memenuhi janjinya pada korban yang menjadi nasabahnya setelah sekian lama para korban mengikuti arisan atau paket murah.

Adapun yang isian paket murah tersebut adalah seperti hewan kurban, alat elektronik, serta unit kendaraan ke salah satu perusahaan yang dipimpin AN.

Satu dari sekian ribu korban Setiawan (35) asal Sukabumi mengaku, penanggung jawab pengelola arisan itu membentuk 80 orang ketua. Satu ketua bisa memegang sampai puluhan resseler. Kemudian dari satu reseller bisa menghimpun anggota hingga ratusan anggota yang mengikutinya.

” Saya ikut arisan kambing delapan, televisi, handphone dan dispenser,” kata Setiawan pada saat menggerudukan rumah AN, Jumat (31/07).

Awalnya ia merasa cukup tergiur untuk mengikuti paket arisan itu, lantaran diiming-imingi pembayaran sebesar Rp. 15 ribu/bulan dalam satu tahun dapet satu ekor domba. Selain itu juga membayar sebesar Rp. 500 ribu/bulan dalam setahun bisa dapat motor N Max.

” Saya yakin nominalnya kalau dihimpun semua ini akan menjadi angka yang fantastis. Karena selain menyasar warga biasa, banyak juga pekerja/karyawan pabrik yang ikut, nggak kebayang itu jumlahnya berapa,” kata dia.

Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, pihaknya belum menerima pelaporan secara hukum. Dalam hal ini tentunya siapa yang ditipu itu harus jelas dulu. Nah, makanya kami menyarankan agen atau reseller segera membuat laporan ke pihak kepolisian.

” Intinya kami juga belum tahu persis seperti apa kronologis yang sebenarnya tentang kejadian dan yang dilakukan oleh terduga pelaku ini. Karena kebanyakan info dari para korban atau warga yang ada di lokasi itu semacam paket kurban dan barang lain,” katanya.

Pihak kepolisian menunggu laporan dari yang diduga korban penipuan tersebut. ” Karenadengan adanya laporan tersebut besar harapan kami untuk segera menindaklanjutinya,” jelas Kabag Ops Polres Cianjur.

Sementara pantauan di rumah AN, semakin sore massa semakin memadati rumah AN. Diduga, massa yang datang itu bukan hanya dari Cianjur saja, tapi banyak juga yang datang dari luar kota Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here