Laporan : Sam/Dani/Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Proyek pembangunan 2 unit bangunan pengolahan sampah organik dan anorganik dengan biaya kurang lebih senilai Rp 1,36 Milyar, di Kp Pasir Goong Desa Cikidang Bayabang Kecamatan Mande Cianjur Jawa, diduga tidak sesuia bestek. Karena itu, pada Kamis (06/08) kemarin, massa dari beberapa Ormas yang ada di Kecamatan Mande, melakukan aksi unjuk rasa.  

Salah seorang tokoh masyarakat juga Ketua Ormas Gibas, H. Abang membenarkan, pihaknya pada Kamis (06/08) bersama puluhan massa Pemuda Pancasika dan Karang Taruna Kecamatan Made, mendatangi proyek pembangunan pengolahan sampah yang dikerjakan PT. Mekaleksi Surya Pratama Jakarta.

Lebih lanjut H. Abang mengatakan, ada beberapa dugaan pelanggaran atau penyelewengan yang dilakukan pihak pelaksana proyek. Yaitu diantaranya, tidak dipasangnya papan proyek dengan transparan. Pengerjaannya diduga kuat mengunakan bahan bangunan yang tidak layak pakai. Tidak adanya sosialisasi dengan masyarakat lingkungan setempat serta tidak memperkerjakan warga setempat dan banyak pelanggaran lainnya.

Karena itu, massa menuntut agar pengerjaan proyek dihentikan terlebih dahulu, selama pihak pengusaha belum melaksanakan tuntutan massa tersebut.

“ Bila pihak pengembang tidak melaksanakan tuntutan massa, maka pihaknya bersama Ormas lain dan masyarakat setempat akan melakukan aksi unjuk rasa dengan mengerahkan massa lebih banyak lagi,” ujar H. Abang pada awak media, Sabtu (08/08).

Sementara itu, pelaksana pembangunan pengolahan sampah, Adin mengatakan, pembangunan pengolahan sampah tersebut, merupakan  bangunan tipikal soal. Sebanyak satu paket terdiri dari 2 lakasi. Yaitu di Desa Cikidang Bayabang Mande Cianjur dan di Kabupaten Subang dengan nominal proyek senilai Rp 3,7 Milyar. Proyek tersebut didanai dari APBN melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Seperti pembangunan pengolahan sampah di Desa Cikidang Bayabang Mande, Bangunan utamanya sebanyak 2 lantai. Yaitu untuk ruang kompos dan ruangan kantor. Sedangkan 1 unit bangunan lagi untuk bangunan penyimpanan mesin pengolahan sampah.

Mengenai adanya dugaan menyalahi bestek, menurut Adin itu sangat salah besar. Karena semua pengerjaan dilaksankan sesua aturan dan sesuai bestek yang ada.

“ Terkait adanya aksi massa dari ormas dan Karang Taruna, itu hanya miskomunukasi saja, padahal semua itu telah dikomunikasikan dengan pihak desa setmpat dan masyarakat,” kilah Adin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here