Warga berdatang untuk menyaksikan rekuntruksi pembunuhan Duduy di Kebun Teh Kp. Tegallega

Laporan: Sandi/Cece

Cianjur, metropuncaknews.com – Satreskrim Polres Cianjur, Rabu (19/6) gelar rekontruksi pembunuhan. Kegiatan tersebut digelar di Kebun Teh Kampung Tegalega, RT. 04/01, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjurtemapat korban ditemukan pada Minggu (26/6) lalu.

Massa yang kesal terhadap pelaku pembunuhan sadis pada seorang pria bernama Abdullah Sobarudin alias Duduy. Massa yang merasa geram, meneriaki para pelaku pembunuhan dengan berbagai cacian  yang tidak sedap saat diturunkan dari kendaraan tahanan.

Yang lebih mencengangkan para pelaku masih berusia muda dan sangat tidak pantas melakukan hal seperti itu.

Hal itu terlihat saat para pelaku digiring dalam pengawalan petugas kepolisian menuju lokasi rekontruksi pembunuhan itu.

” Sia mah datang kadieu nyemarken ngaran kampung aing dasar teu gableug cedo, (kalian datang kesini cuma mencemarkan nama kampung kami, dasar tidak tahu malu),” kata warga dengan nada tinggi dan penuh rasa kekesalan.

” Orang seperti itu jangan dikasih ampun, hukum seberat mungkin biar mikir,” teriakan warga lain yang saat itu menyaksikan rekontruksi pembunuhan.

Sungguh amat diayangkan, diusianya yang relatif masih muda masih memiliki banyak harapan, harus mendekam dibui gara-gara salah pergaulan. emikian cetus seorang ibu setelah melihat pelakunya masih muda-muda.

Terlihat dari papan penanda yang dipakai pelaku, masing-masing berinisial F, A dan S. Sementara untuk korbannya, digantikan seorang anggota kepolisian menggunakan papan penanda atas nama Abdullah Sobarudin alias Duduy.

Dari hasil rekonstruksi di lokasi, nampak kejadian tersebut berawal dari Kampung Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Para pelaku mendatangani (menjemput) korban dikediamannya, yang diketahui sebagai warga setempat menggunakan kendaraan roda (R2) yang kemudian mengajaknya keluar.

Kepada awak media Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, ada sebanyak 30 adegan, mulai dari perencanaan. Dari hasil pemeriksaan dan juga dari hasil rekonstruksi, petugas sudah melihat dari ketiga pelaku itu sudah merencanakannya pembunuhan terhadap korban.

” Korban sudah dibacok dileher maupun ditangan, tapi tidak terjadi pendarahan hanya ada luka-luka saja, hingga akhirnya pelaku menggunakan batu yang mengakibatkan korban tidak berdaya,” kata Kapolres Cianjur, ditengah perkebunan teh (TKP).

Lanjutnya, untuk pelaku F, A dan S ini memang sepertinya sakit hati atau dendam. Alasannya knalpot motor korban bising sehingga mengganggu para pelaku.

” Keterangan yang didapat, setiap kali korban lewat ke tempat nongkrong pelaku. Bunyi knalpot motornya mengganggu mereka, jadinya mereka kesal dan dendam yang berujung maut. Adapun barang bukti yang sudah diamankan yaitu golok, pisau kemudian menggunakan batu dan keling yang dibuat dari besi,” pungkasnya.

Selama rekontruksi berlangsung warga terus berdatangan, dan kegiatan tersebut seolah menjadi jawaban atas kekesalan warga terhadap para pelaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here