Laporan : Zenal Mustari

CIANJUR, metropuncaknews.com — Memanfaatkan lahan kosong dilingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan luar sekolah. Pelajar di SMKN 1 Campaka Kabupaten Cianjur, mengembangkan budidaya bercocok tanam talas beneng unggulan.

Selain memiliki rasa yang gurih, satu bibit pohon talas mampu menghasilkan 30 kg hingga 40 kg. Seperti apa cara pembudidayaan tanaman talas yang dikembangkan para pelajar ini ? Berikut liputan wartawan metropuncaknews.com. pada 7 Februari 2021.

Belasan pelajar SMKN 1 Campaka yang berada di Desa Sukajadi Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur ini tengah menanam ribuan pohon talas beneng.

Namun sebenarnya ada tiga jenis tanaman yang dikembangkan para pelajar ini. Yakni tanaman talas beneng, umbi cilembu dan tanaman melon. Hanya, dari tiga jenis tanaman itu. Tanam talas beneng yang diperbanyak sebab tanaman talas beneng ini memiliki unik. Selain memiliki rasa yang gurih, satu bibit pohon talas yang ditanam mampu menghasilkan tiga puluh hingga empat puluh kilo gram, dari jarak tanam satu meter.

Setelah satu tahun, tanaman ini sudah dapat dipanen. Satu pohon talas dapat menghasilkan 30-40 kg umbi dan dijual Rp 1.000 – Rp 1,500 per kilogram.

Menurut Guru pembimbing kompetensi Keahlian ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) SMK Negeri 1 Campaka, Kuncoro Sabdo, selama proses budidaya, para pelajar didampingi guru dan tenaga pertanian profesional. Sehingga hasil panennya maksimal.

Untuk lahan satu hektar, omset budidaya talas bisa mencapai Rp 30-40 juta untuk sekali panen. Belum lagi dari hasil penjualan daunya yang jika dijual bisa mendapatkan hasil per kilo Rp 1.500,- dan dipanen per tiga bulan sekali.

“Sedangkan modal yang dibutuhkan untuk biaya pembibitan, perawatan mulai masa tanam hingga pasca panen membutuhkan modal sekitar Rp 10 juta,” katnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Campaka. Siti Maspupah, S.Pd.M.Pd. mengapresiasi prestasi siswa SMK. Diharapkan setelah lulus nanti mampu menjadi tenaga kerja profesional dan maupun menjadi enterpreneur atau pengusaha sesuai bidangnya.

” Setelah berhasil budidaya dan melakukan panen, para pelajar diharapkan bisa menularkan ilmu ke petani sekitar,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here