Laporan : Dadan/Shandi

Sukabumi, metropuncaknews.com – Bunga (11) bukan nama sebenarnya, adalah pelajar Sekolah Dasar (SD) yang sedang mengenyam pendidikan untuk masa depannya Namun sangat disayangkan ia harus kehilangan harapan dan masa depannya. Pasalnya ulah bejad M (45) yang telah merenggut kegadisan diusia dini. Hal tersebut jelas sangat mempengaruhi mentalnya.

M, pria paruh baya ini, tega melampiaskan nafsu birahinya terhadap Bunga. Padahal jika dilihat dari usia mereka ibarat Kakek dan cucu. Entah apa yang tersirat dibenak M, sehingga ia tega melakukannya.

Padahal, menurut keterangan, selama bertahun-tahun M dipercaya orang tua Bunga untuk menjaga dan mengantarnya ke sekolah.

Sungguh diluar dugaan, ibarat pagar makan tanaman, M berubah menjadi predator penghancur masa depan anak. Padahal anak-anak, seharusnya mendapat perlindungan baik dari orangtuanya ataupun orang lain.

Bersyukur, pelaku kini sudah diamankan pihak yang berwajib. Bahkan Pengadilan Negeri (PN) Cibadak di Palabuanratu pun sudah melakukan sidang untuk pertanggung jawaban pelaku, pada Rabu (12/09) pekan lalu.

Pengacara korban, M. Syaiful Rachman, SH saat ditemui awak media di ruang kerjanya mengatakan, kejadian terungkap dari kecurigaan orangtua korban ketika melihat puterinya yang semula periang, lincah dan lucu, kini berubah menjadi pemurung. Bahkan terkadang prilakunya sensitif. Ketika bermain di luar rumah, ada temannya yang tertawa, Bunga jadi berang. “ Kemudian ia memaki-maki  temannya itu, kenapa kalian tertawa, ngetawain aku ya,” ungkap M. Syaiful Rachman, Senin (24/4).

Padahal temannya itu, tertawa karena tengah bercanda biasa saja dan sama sekali tidak menertawakan Bunga. Melihat ada yang berbeda dengan Bunga, maka dengan lemah lembut orang tuanya berkali-kali mencoba menanyakan pada Bunga.

Ada apa dan bagaimana bisa demikian. Namun sayang hasil yang didapat nihil. Karena Bunga tak mau bercerita dan tidak bersedia mengatakan masalah yang sebenarnya.

Kedua orang tuanya tetap bersabar, hingga akhirnya Bunga mengaku telah diperlakukan tidak senonoh, oleh orang yang telah dianggapnya sebagai keluarga dan menjadi orang kepercayaan kedua orangtuanya.

Bagai petir disiang bolong, ketika orang tua Bunga mendengar pengakuan anaknya. Pada orang tuanya Bunga mengaku telah digagahi M sekurangnya telah empat kali. Pertama Bunga digagahi M di kamar mandi. Kemudian ruang tengah dan kamar orang tua Bunga, saat orang tua Bunga sedang tidak berada di rumah.

“ Jelas, ini sungguh biadab, kejahatan yang teramat sangat luar biasa. pelaku harus dihukum seberat-beratnya, saya juga akan koordinasi dengan Komite Perlindungan Anak Indonesia, karena pelaku jelas telah melanggar UU no 35/2014 pasal 76 B dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan,” kata Syaiful pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here