Tempat tinggal Mamat yang sudah reyot dan benar-benar tidak layak huni

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Miris, Mamat (53), salah seorang kuli tinta, harus rela tinggal di gubuk reyot berukuran 4 x 7 meter di Kampung Babakan Sindanglaut, RT 01/01, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Gubuk tempat Mamat tinggal bersama keluarga dan cucunya, sama sekali tidak layak huni. Kondisinya sudah reyod termakan usia bahkan hampir ambruk.

Saat dikonfirmasi awak media di rumahnya, Mamat mengatakan, dulu pernah mengajukan  bantuan melalu program Rutilahu dan Kelompok Usaha Bersama (Kube) ternak kambing pada tahun 2015. Namun sampai saat ini, bantuan yang dimaksud tak kunjung datang.

” Data dari dinas sosial dan dinas peternakan katanya sudah keluar, tapi begitu saya cek di rekening tidak ada bantuan yang masuk,  saya mencoba mengecek ke DPKAD Kabupaten Cianjur, namun jawaban yang didapat, cuma bilang bingung,” kata Mamat, Jum’at (27/7).

Mamat menambahkan, ia bersama istri dan anak cucu, tinggal di rumah anaknya. Sebab rumah yang ia tempati sudah tidak layak huni lagi. “ Kami sekelurga berharap untuk kedepannya bisa mendapatkan bantuan baik dari pemerintah atau dermawan yang terbuka hatinya untuk keluarga kami,” harapnya.

Hal tersebut dibenarkan Nanang tetangga Mamat. Menurut dia, rumah yang dihuni Mamat itu, kondisinya sudah tidak layak huni.

” Ya, keadaan rumah Mamat memang sudah tidak layak huni, padahal dia suka membantu orang lain mengajukan permohonan bantuan rumah tidak layak huni, hingga mendapatkan bantuan. sementara rumahnya sendiri sangat membutuhkan belas kasihan orang lain,” kata Nanang membenarkan.

Karena keadaan tempat tinggal Mamat sudah sangat tidak layak huni, kini Mamat beserta keluarga dan cucunya, tinggal di rumah salah seorang anaknya.

Ironisnya, pihak pemerintah setempat, seolah-olah menutup mata tutup telinga untuk Mamat dan keluarganya. Sungguh memprihatinkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here