Siti Iryani

Laporan : Cece/Shandi 

Sukabumi, metropuncaknews.com – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Niat mulya untuk membahagiakan keluarga, ternyata harus berakhir dengan penderitaan. Itulah nasib yang dialami

Siti Iryani (27) putri dari keluarga Iyar Supendi warga Kampung Jaga Mukti RT 05/08 Desa Cikurutug Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi.

Dengan niat untuk membahagiakan keluarga, Siti memberanikan diri bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Siti diberangkatkan pada 9 Oktober 2010 lalu, melalui PT. DIMA KURNIA ABADI di Jalan Kelapa Ijo No. 18 Kelurahan Jagakarsa Jakarta Selatan.

Siti bekerja sebagai TKI di Negara Timur Tengah. Namun meski sudah bekerja selama 6 tahun 8 bulan, tapi selama bekerja, Siti belum pernah diberikan gaji oleh majikannya.

informasi dihimpun awak media, Siti bekerja dimajikan pertama bernama Fahad Mohammad Ohammad Almarzuq di wilayah Shifa Riyadh Saudi Arabia. Karena adanya kasus tersebut, sebelumnya pihak keluarga sudah melaporkannya pada pihak sponsor beberapakali, namun tak ada tindak lanjutnya. Karena itu, pihak keluarga akan melaporkan dan meminta bantuan pada BNP2TKI agar segera mengatasi masalah putrinya yang bekerja tanpa menerima gaji dari majikannya.

Neneng Ismawati (30) menjelaskan, Siti bekerja pada majikan pertama selama 6 tahun 8 bulan tidak diberi gajih. Selanjutnya pindah ke majikan yang kedua, selama 1 tahun 8 bulan sisa gajih nya belum dibayar majikan selama ia bekerja.

Selama 3 tahun bekerja pada majikan kedua awalnya Siti menerima gajih sebagai mana mestinya. Tapi setelah itu, lagi-lagi hal serupa dilakukan majikan kedua. “ Gaji Siti  selama 1 tahun 3 bulan tak dibayar. Selain itu, Siti tidak diperbolehkan pulang oleh majikan pertama dan kedua sampai saat ini,” tutur Neneng pada awak media, Minggu (21/10).

Hal senada diungkapkan Iyar (50) ayah kandung Siti. Iyar mengatakan, putrinya sudah bekerja di Arab Saudi  selama 6 tahun 8 bulan. Namun belum diberi gaji oleh majikannya. Hal tersebut sudah dilaporkan pada pihak sponsor. Namun tidak ada upaya dalam menangani pemasalahan tersebut.

” Karena itu kami akan mengadukan kasus ini pada pihak BNP2TKI untuk segera diselesaikan,” ujar Iyar seraya menambahkan, dirinya sangat mengharapkan pihak pemerintah atau dinas terkait bisa membantu menyelasaikan permasalahan yang menimpa anaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here