Mak Oom nenek paruh baya, setia mengurus cucunya yang lumpuh.

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Semenjak kedua orang tuanya bercerai. Ela (36), seorang gadis yang sejak lahir mengalami kelumpuhan, dari kecil ia tinggal bersama neneknya, yang berusia 70 tahun.

Dengan sabar Mak Oom (nenek Ela), mengurus cucunya yang lumpuh di sebuah rumah yang sederhana terbuat dari kayu dan bilik bambu, di Kampung Ciseuleut RT 02/01, Desa Karyamukti, Kecamatan Leles, Cianjur Selatan.

Kehidupan mak Oom, yang memang tergolong keluarga miskin. Ironisnya lagi, keluarga miskin ini, belum mendapat bantuan dari pemerintah. Warga sekitar yang mengetahui kedua wanita itu, mengharapkan keluarga miskin ini segera mendapatkan bantuan dari pemerintah atau dermawan.

Saat ditemui awak media, Jum’at (26/7), tetangga Mak Oom, Heri (29), menyampaikan, untuk mendapat biaya hidup, mak Oom hanya menjual daun kangkung dan daun singkong saja.

“Dulu selagi mak Oom masih sehat dan kuat, ia bekerja sebagai dukun beranak/paraji, untuk membantu orang yang melahirkan, sehingga mampu membiayai Ela dan hidupnya. Tapi sekarang mak Oom sudah tua renta tidak lagi menjalankan profesinya, dan tidak ada yang membantunya,” kata Heri.

Lanjut Heri, sebetulnya warga sudah memikirkan, apabila Mak Oom meninggal dunia, lalu bagaimana nasib Ela, tapi maaf bukannya mendo’akan Mak Pono meninggal.

“Mudah-mudahan ada dermawan yang terketuk hatinya, untuk mak Oom dan Ela,” harapnya.

Selain Heri, awak media juga bertemu Tirta (35), salah seorang tokoh pemuda yang aktif menggerakkan masyarakat di bidang sosial, ia mengaku prihatin dengan kenyataan hidup Mak Oom dan Ela, yang harus merelakan hidup seperti sekarang ini.

“Diusia rentanya dan keadaan yang tidak sehat, mak Oom disibukan dengan mengurus cucunya yang kedua kaki mengalami kelumpuhan sejak lahir. Disini bersama warga lainya, kami mengharapkan adanya uluran tangan para dermawan atau sentuhan khusus dari pemerintah baik daerah dan pusat,” katanya.

Adapun pemberian yang kami (pemuda dan warga) berikan kepada Mak Oom dan cucunya, itu hanya sealakadarnya saja, mengingat tingkat perekonomian di Kampung kan jauh berbeda dengan di kota.

“Selain bantuan makanan, ada juga yang bantu-bantu merawat cucunya, dikala mak Oom lagi engak enak badan dan meriang. Karena kondisi mak Oom sendiri sering sakit-sakitan,” Katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here