Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Sungguh memprihatinkan. Diusia senjanya, Mak Aab (72) warga Kampung Peteuycondong RT 001/009 Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, masih harus berjuang untuk menyambung nyawa. Untuk itu, Mak Aab rela menjadi pemulung padi bekas panen di sawah milik orang lain. Atau istilah trendnya dalam bahasa sunda ‘ngeprik’.

Mirisnya lagi perempuan tua renta ini, tinggal di gubuk reyot yang nyaris ambruk.

Ironisnya lagi, kendati keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan, Mak Aab ngaku belum pernah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Baik pemerintah kabupaten, provinsi mau pun pusat.

” Emak mah tiasa emam teh kengeng hasil ngeprik tina jarami pare di sawah batur. (emak bisa makan dari hasil ngeprik jerami padi di sawah orang lain-red),” ungkap mak Aab seraya menetes air matanya, saat ditemui awak media, beberapa waktu yang lalu.

Sementara, Kepala Desa Songgom A. Suryati pun mengakui, rumah Mak Aab salah seorang jompo di wilayahnya itu memang sudah tidak layak huni dan membutuhkan bantuan.

” Kemarin kita bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa melihat langsung kondisi rumah nenek jompo tersebut,” ujarnya.

Disinggung mengenai keadaan salah seorang warganya seperti itu, Kades Songgom mengatakan, saat ini pihaknya tengah berusaha supaya dapat membangun rumah Mak Aab.

” Mundah-mudahan ada rizkinya, Insya Allah pasti akan kita bangun, tapi harus besabar karena harus menunggu anggaran dulu,” ujarnya.

Selanjutnya Suryati mengharapkan adanya donatur yang dapat membantu pembangunan rumah mak Aab. Karena kalau tidak segera dibantu dikhawatirkan tempat tinggal Mak Aab  akan roboh.

” Ya, kalau memang ada donatur saya sangat bersyukur sekali, karena kasihan mak Aab,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here