LSM Lensa peduli pemuda berikan penyuluhan dan tes HIV/AIDS gratis

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Ramai dibicarakan, seolah menjadi topik utama antara LGBT, narkoba dan HIV/AIDS. Seakan tak ada bahasan lain yang gencar dibicarakan masyarakat.

Siapapun pasti merasa prihatin dengan maraknya ketiga unsur yang memberi dampak negatif terhadap masyarakat. Kendati demikian, semua kembali pada masing-masing individu, bagaimana untuk menyikapinya.

Nah, semua akan terkendali dengan baik dan benar, asalkan kita peduli terhadap masyarakat terutama generasi muda. Karena dengan menghukum mereka bersalah itu akan membuat kita sulit menyelamatkannya, dan mereka akan semakin kuat dan bertambah besar.

Adalah LSM Lensa yang mencoba merangkul para pemuda Cianjur dari gencarnya pembahasan topik polemik masyarakat sekarang ini. Seperti yang dilakukan pada hari kemarin, Jum’at (19/10). LSM Lensa mengundang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan untuk melakukan sosialisasi dan melakukan test HIV/AIDS gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas Joglo Cianjur, sekira pukul 13.00 WIB.

Salah seorang aktivis kemanusiaan dari LSM Lensa Opik (32), merasa, anak muda di Cianjur butuh perhatian khusus dari pemerintah.

” Intinya kami merangkul anak muda Cianjur supaya berjalan di arah yang baik, dan adapun yang sudah keluar dari koridor, maka kami akan berusaha mengembalikannya ke koridor semula, karena kalau masih saja ada pembiaran, apa jadinya Cianjur di masa mendatang,” kata Opik saat ditemui awak media, Sabtu (20/10).

Lanjutnya, kegiatan yang dilakukannya itu, merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap anak muda Cianjur. “ Maka dari itu dalam pelaksanaan kemarin kami mengundang muda-mudi untuk mengikuti penyuluhan dan mengikuti tes HIV/AIDS,” ungkapnya.

Memang sedikit terdengar ekstrim, ketika akan dilakukan pengetesan HIV/AIDS. Namun, jika kita berpikir positif dan merasa ingin tahu banyak tentang HIV/AIDS, kenapa tidak untuk mengikuti program PCT Peduli Pemuda (P2HIV) tersebut.

Perlu digaris bawahi, LSM Lensa ini, bukan rekrutmen LGBT, Narkoba dan yang lainnya. Tetapi hanya ingin merangkul dan mewadahinya sebagai bentuk kepedulian terhadap muda-mudi Cianjur, “ Untuk pengobatan sampai memberikan rekomendasi ke rehabilitas,” jelas Opik yang akrab dipanggil ‘KIP Rigor’.

Beberapa peserta pun nampak antusias mengikuti penyuluhan PCT P2HIV. Tapi tidak sedikit yang takut ketika hendak melakukan tes HIV/AIDS.

” Tes HIV/AIDS tidak hanya diperuntukkan bagi mereka pecandu Narkoba saja, tetapi pada pasangan yang kondisi badannya lemah pun dapat dengan mudah terkena virus, baik pada saat hubungan intim maupun media-media (alat pakai) umum lainnya. Bagi mereka yang takut ketika hendak melakukan tes HIV/AIDS, bisa jadi karena mereka belum paham cara penyebaran virus tersebut,” ujar Opik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here