LICIN, warga mengurangi kecepatan saat melintas lumpur yang memenuhi badan jalan Propinsi di Cibeber. Foto: Zenal Mustari

Laporan : Zenal Mustari

Cianjur, metropuncaknews.com – Caca ekstrem yang terjadi sejak tahun 2020, sering jadi pemicu terjadinya bencana banjir dan longsor diberbagai wilayah. Termasuk di Kabupaten Cianjur. Selain itu juga karena di hutan minim tanaman keras juga saluran air. Tidak terkeculali, penyebab longsor juga bisa disebabkan karena tanah terlalu sering di Roundup Herbisida dengan alasan untuk membunuh tumbuhnya rumput.

“ Ya, salah satu penyebab bencana longsor di jalan Salagedang Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur itu akibat di hutan minim tanaman keras, dan tanah terlalu sering di Roundup Herbisida dengan alasan untuk membunuh rumput,” ujar Mamat (50) salah satu warga setempat kepada metropuncaknews.com, Jumat (20/3).

Untuk itu, Mamat meminta pada Pemkab Cianjur agar memberikan penegasan, baik untuk pemilik lahan perhutani atau lahan warga. Khusus di lokasi yang berdekatan dengan jalan umum agar ditanami pohon keras dan warga tidak menggunakan Roundup Herbisida untuk membunuh rumput.

“ Harus ada penegasan, sebab jika tidak longsor akan terus terjadi. Akibatnya orang banyak kena rugi,” katanya.

Senada dikatakan Abdurahman (45), minimnya tanaman keras dan seringnya tanah di Roundup Herbisida diduga kuat memicu kerusakan pada tanah. Sehingga terjadi tanah longsor di jalan Salagedang Kecamatan Cibeber.

“ Harus saya katakan apa arti program tanam sejuta pohon kalau toh program tidak dilaksanakan secara merata. Jelasnya jangan jadikan program tersebut hanya sebatas seremoni saja,” tegasnya.

Abdurahman mengatakan, penyelesaian masalah adalah penindakan hukum dan larangan kepada masyarakat, sekaligus memperhatikan aspek sosial dan ekonomi warga yang memang bisa memicu terjadinya brncana.

” Selanjutnya, harus segera dilakukan reboisasi hutan dengan tumbuhan yang mampu memperkuat tanah pencegah longsor,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here