Laporan : Nana Cakrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Dalam upaya melestarikan budaya dan tradisi membatik, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta menggandeng PT Pegadaian (Persero) Cabang Purwakarta menggelar pelatihan membatik bagi generasi muda. Pelatihan yang diikuti puluhan kalangan milenial ini digelar di Sport Center Jaya Perkasa, Kompleks Sarana Olah Raga (SOR) Purnawarman Purwakarta, Rabu (22/7).

” Melalui pelatihan ini, kami berupaya mengedukasi generasi agar mau melestarikan budaya dan tradisi bangsa sendiri. Karena suka atau tidak, tradisi itu mencirikan diri kita sendiri. Tentu, sepanjang tradisi itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai religi,” kata Kepala Bidang Kepemudaan Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq, mewakili Kadisporaparbud.

Menurutnya, pelatihan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Purwakarta.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang PT. Pegadaian (Persero) Purwakarta, Wahyu Cahyono menyambut gembira dan apresiasi pada kegiatan pelatihan yang ditujukan bagi para generasi muda tersebut.

Pihaknya mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta yang diwakili Disporaparbud atas terselenggaranya kerjasama ini. ” Penting bagi kami mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat guna merubah pola pikir dan sikap yang lebih baik, terutama dalam hal literasi finansial di kalangan generasi milenial. Insya Allah, kerjasama ini akan dilanjutkan dengan skema yang lebih sistematis dan berkesinambungan,” ujar Wahyu didampingi Manajer Hubungan Kelembagaan Area Bandung II, Irvan Kusumah.

Terpisah, Wida Awaliya Nurkhaliza Meranti selaku pengasuh Pelatihan Membatik tersebut, mengaku terkesan dengan diselenggarakannya pelatihan ini. Memang setahun lalu, lanjut Wida yang merupakan salah satu mojang berprestasi Jawa Barat asal Wanayasa Purwakarta Tahun 2019 ini, dirinya pernah berdiskusi dan Alhamdulilah hari ini bisa terselenggara.

“ Ke depan, ada gagasan untuk membentuk sekolah membatik yang diperuntukkan bagi semua kalangan. Karenanya, kami akan segera menyusun konsep silabusnya,” kata Wida yang juga berprofesi sebagai guru di SMAN 1 Sukatani ini.

Dari pengamatan langsung metropuncaknews.com di tempat acara, nampak puluhan peserta yang seluruhnya perempuan, antusias mengikuti pelatihan tersebut. Peserta pelatihan kali ini berasal dari para pelajar, guru-guru muda dan komunitas rajut Purwakarta.

” Kami sangat senang dengan pelatihan ini. Karena di samping mengisi kekosongan waktu, kami juga dapat mengembangkan bakat seni pada diri kami. Mudah-mudahan pelatihan ini ada kelanjutannya,” kata Nisa Amelia, salah seorang peserta pelatihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here