Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Lantaran dikabarkan ada tujuh tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Cidaun Cianjur Selatan Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19. Maka untuk sementara waktu pelayanan rawat jalan ditutup. Hal itu dilakukan guna mensterilkan merebaknya kasus penularan Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Selasa (12/01). Ketujuh orang pegawai kesehatan Puskemas tersebut adalah lima orang Nakes, satu orang perawat dan satu orang pegawai dibagian umum.

Pernyataan tersebut, dibenarkan Kepala Puskesmas Cidaun, H Eman Sulaeman. Dia membenarkan  ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19. Totalnya ada tujuh orang. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil swab test.

” Kelima orang terkonfirmasi Covid-19, sudah selesai melewati masa isolasi, sudah dinyatakan sehat dan sudah kembali bekerja. Tetapi dua orang lainnya masih menjalani pengobatan dan isolasi yang kini sudah berjalan 14 hari tinggal menunggu hasil swabnya saja,” ucap Eman saat dikonfirmasi wartawan via telepon selluler, Selasa (12/01).

Eman melanjutkan, guna mengantisifasi merebaknya penularan Covid-19 di wilayah Puskesmas Cidaun. Pihaknya pun melakukan swab test kepada semua nakes di Puskesmas Cidaun dan kini sedang menunggu hasilnya.

” Selanjutnya untuk mensterilkan Puskesmas, sementara waktu pelayanan rawat jalan ditutup. Tetapi untuk pelayanan rawat darurat dan voned masih tetap berjalan,” ujarnya.

Atas terjadinya hal itu, pihak Puskesmas Cidaun belum bisa memastikan  riwayat dari mana mulanya hingga terjadi demikian. Karena bisa saja dari keluar masuk pasien yang berobat ataupun karena sering pulang pergi ke Cianjur kota.

” Dengan adanya kasus seperti ini, kita jangan menganggap remeh terhadap penyebaran Covid-19. Tetaplah patuhi protokol kesehatan sebagai mana yang diberlakukan saat ini oleh pemerintah dan Maklumat Kapolri,” pesan dan ajak Kepala Puskesmas Cidaun kepada masyarakat.

Terpisah, juru bicara Gugus Tugas Covid-19, Dr Yusman Faisal menjelaskan, ketujuh nakes di Puskesmas Cidaun itu sudah menjalani perawatan isolasi.

” Lima nakes sudah menjalani perawatan isolasi kurang lebih 3 Mingguan yang lalu dan sekarang hasilnya negatif. Artinya sudah dinyatakan sembuh dan dua orang lagi, satu perawat dan satunya lagi tenaga Administrasi masih menjalani perawatan Isolasi,” jelasnya pada wartawan saat dihubungi via telpon selular watshap.

Yusman menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut, gugus tugas kabupaten sebetulnya sudah mengintruksikan kepada semua jajaran puskemas di daerah selatan agar dalam pelayanan untuk lebih waspada dan melaksanakan pelayanan Work From Home (WFH).

” Bagi Puskesmas yang sudah ada kasus penularan Covid-19, itu memang diwajibkan. Tetapi untuk yang belum dimohon untuk melaksanakan kebijakan 50% WFH, sebagimana yang sudah diinstruksikan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here