Dan Lanud Abd. Saleh saat memantau latihan Sikatan Daya 2018

Laporan : Djaka Kumara

Malang,  metropuncaknews.com – Sikatan Daya Tahun 2018, merupakan latihan antar satuan dibawah jajaran Koopsau II. Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan satuan-satuan jajaran dalam memahami dan mengaplikasikan doktrin atau petunjuk operasi udara dan sekaligus untuk meningkatkan dan memantapkan koordinasi satuan-satuan jajaran Koopsau II dalam melaksanakan operasi udara.

Lanud Abd Saleh mengerahkan pesawat tempur Super Tucano, bersama dengan pesawat tempur lainnya. Yaitu pesawat Sukhoi Su-27/30 milik Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin Makasar, pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 dan F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun, dengan misi pengintaian udara bersenjata, pengeboman dan pemantauan hasil penghancuran sasaran di Air Weapon Range (AWR) Pandan Wangi, Lumajang, Jawa Timur. Hal ini di ungkapkan Komandan Lanud Abd Saleh Marsekal Pertama TNI Andi Wijaya, S. Sos pada awak media.

Manuver lapangan latihan Sikatan Daya ini, lanjut Danlanud dilaksanakan di wilayah Lanud Abd Saleh dengan memanfaatkan daerah latihan di Air Weapon Range (AWR) Pandan Wangi, Lumajang, Jawa Timur. Tempat tersebut merupakan tanah aset TNI AU. AWR Pandan Wangi merupakan tempat yang sangat strategis yang selama ini digunakan untuk mendukung kegiatan latihan guna meningkatkan kemampuan prajurit TNI AU.

” Ke-empat jenis pesawat tempur tersebut melaksanakan latihan penembakan dari udara ke darat (air to ground) dengan menggunakan bom live. Latihan ini merupakan kelanjutan dari latihan satuan jajaran dibawah Koopsau II yang dilaksanakan sebelumnya, dimasing-masing Lanud untuk melihat pencapaian tingkat profesionalisme para penerbang yang terlibat beserta satuan lain, agar kesiapan dalam mejalankan tugas operasi, tetap terjaga apabila diperlukan,” papar Danlanud.

Selain pesawat-pesawat tempur, dalam latihan kali ini juga dikerahkan unsur angkut dan intai. Seperti pesawat C-130 Hercules milik Skdron Udara 32, pesawat C-212 Cassa Skadron Udara 4 Lanud Abd Saleh, Boeing 737 Intai Maritim dan dan Helikopter SAR.

” Untuk pasukan dilibatkan personel dari Denmatra 2  dan Batalyon 464 dari Wing 2 Paskhas yang berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh, ” ungkapnya.

Danlanud menambahkan rangkaian latihan Sikatan Daya 2018 berlangsung selama delapan hari. Yakni mulai 28 Agustus hingga 6 September 2018. Latihan dibagi dalam dua tahap, meliputi latihan gladi posko dan dilanjutkan dengan kegiatan manuver lapangan.

Pada acara tersebut Kasau beserta rombongan terhibur dengan manuver lapangan latihan Sikatan Daya. Yaitu Intai Strategis (1 Boeing Intai), Penerjunan Pengendalian Dapur pesawat 1 C-130, OSUS (3 F-16 dan 2 Su 27/30), SUL (3 T-50), Air Cover (2 T-50), Penerjunan Satpur Paskhas (OP3U), (2 C-130), BTU (3 EMB-314), Penerjunan Bekul  SSDS (1 C-212), Penerjunan Bekul CDS (1 C-130).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here