Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Sikapi janji Ani yang tak terealisasi, kuasa hukum para korban yang berperan sebagai ketua/reseler investasi bodong, akan melaporkan dalang perkara kasus tersebut secara pidana dan perdata ke pihak kepolisian.

Hal itu dilakukannya lantaran kesal, Ani masih belum menepati janjinya untuk mengembalikan uang tersebut pada batas yang ditentukannya kepada para pengikutnya.

” Ya, karena sampai hari ini, Senin (15/02/2021), saya menunggu janji-janji saudari Ani yang tidak ada realisasinya juga,” kata Putri Maya Rumanti, S.H, kuasa hukum para ketua/reseler asal Sukabumi, saat dihubungi via whatsapp, Senin (15/02/2021).

Putri Maya Rumanti, S.H, melanjutkan, dirinya mengaku sudah dua kali mengunjungi Ani. Tetapi selalu mendapat jawaban dan janji pengembalian yang tak pernah ada kepastian/realisasinya.

” Setiap ditanya, Ani selalu beralasan sakit,” ujar Putri Maya Rumanti. S.H.

Melihat tidak ada itikad baik dari pihak Ani dan konfirmasi ke PH, mereka tetap tidak bisa memberikan jawaban, yang ada hanya menunggu para kliennya saja.

” Menurut saya, hal itu bisa disimpulkan memang itikad baik dari Ani tidak ada, sekalipun dari suaminya yang katanya beliau mengurus semua keuangan Ani saat di dalam sel tahanan. Karena sampai hari ini saya tidak pernah mendapat telpon dari pihak Ani terutama keluarga Ani yang diwakilkan oleh suaminya itu,” tuturnya.

Dari rekan-rekan PH Ani, sambung Putri Maya Rumanti. S.H, tidak bisa menjawab. Karena mereka belum ada info dari kliennya kapan bisa memberi jawaban. Hal itu menurutnya wajar karena semua jawaban dikembalikan kepada Ani.

” Saya nggak punya kontaknya (Ani dan suami). Karena setiap ditanya, Ani selalu bilang nggak ingat no hpnya,” cetusnya.

Menyikapi hal itu, Putri Maya Rumanti. S.H bersama timnya, dalam waktu dekat akan melakukan laporan kembali sekaligus memasukan gugatan PMH. Selain itu akan meminta Kapolda juga kapolres untuk memeriksa semua yang terkait dalam proses pengumpulan uang-uang dari para ketua. Karena bukan tidak mungkin, ada keterlibatan orang dekat Ani, tidak mungkin bisa mengurusi dan menikmati uang itu sendiri.

” Saya minta kepada Kapolri khususnya, untuk tidak pandang bulu dalam menentukan pelaku. Saya mau semua yang terlibat dalam proses pengumpulan, pengambilan uang dan siapa yang menjemput diperiksa semuanya,” tegas Putri Maya Rumanti. S.H.

Selanjutnya Putri Maya Rumanti, S.H, mengatakan, pada hari Minggu (14/02) kemarin, para ketua/reseler korban Ani menangis saat bertemu langsung dengan Hotman Paris di Kopi Jhony, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka memohon bantuan upaya hukum agar mereka mendapatkan hak-haknya kembali.

” Mendengar dan melihat seperti itu, Hotman Paris merasa iba melihat ibu-ibu menangis, bahkan ada yang sempat mau bunuh diri,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here