Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Belum genap satu pekan sedikitnya 30 orang warga Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, terserang penyakit Demam Berdarah (DBD). Pada kejadian ersebut, satu orang dikabarkan meninggal dunia.  Sedangkan korban lainnya dirawat di Pukesmas Cikondang, Bojongpicung, Ciranjang dan tidak sedikit pula yang dirawat di RSUD Cianjur dengan biaya gratis. 

Kali ini, DBD kembali menyerang warga Kampung Cikadu, Desa Sukarama. Diperoleh keterangan, 3 orang warga yang terserang penyakit DBD. Mereka adalah, Jalaludin, Adam dan Reza. Ke tiga korban tersebut sekarang sedang dirawat di RSUD Cianjur. Tentu saja hal tersebut membuat trauma warga setempat. 

Kepala Desa Sukajaya Wawan (59) saat ditemui di rumahnya mengatakan, warga Kampung Desa Sukajaya yang terserang DBD kurang lebih sebanyak 30 orang. Semuanya telah mendapat perawatan intensif di RSUD Cianjur. Hingga seluruhnya sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Namun setelah dipulangkan, tiga hari kemudian keluarga Mang Koboy warga Kampung Ciseupan RT 04/01 Desa setempat, menyusul dirawat di RSUD Cianjur. Pasalnya keluarga yang satu ini menderita penyakit yang sama. 

Tidak hanya itu saja, warga Desa Sukarama sebagai desa tetangga sekarang sedang dilanda penyakit DBD pula. Diduga kuat hal itu terjadi dari penularan endemi penyakit DBD yang berasal dari sengatan nyamuk. ” Untuk lebih jelasnya dipersilahkan untuk datang ke lokasi di Desa Sukarama yang tak jauh dari sini,” Ucap Wawan pada awak media. 

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Desa Sukarama Asep Warsita (48) menambahkan, 3 orang warga Kampung Cikadu, Desa Sukarama terjangkit DBD. Namun telah dibawa ke RSUD Cianjur guna perawatan lebih lanjut.  

Namun sayang dirawat di RSU Cianjur, bukannya gratis layaknya pasien DBD warga Desa Sukajaya. Seluruhnya dipungut biaya pengobatan dan rawat inap layaknya pasien umum biasa. Padahal hal itu merupakan rangkaian penyakit  DBD yang dialami warga Desa Sukajaya. 

” Warga Desa Sukarama masih sama warga Kabupaten Cianjur, kenapa dipungut biaya untuk pengobatan warga yang terkena penyakit DBD,” ucap Asep.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here