Tim SAR Gabungan terus mencari korban

Laporan : Andri/Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Tak lama dari kejadian nahas yang menimpa Endan penjaring ikan, Sabtu (25/11) lalu, kini musibah datang menimpa seorang penjala ikan lainnya, Rabu (28/11).

Dikabarkan penjala ikan yang belum diketahui namanya tersebut, terjatuh dari rakit yang ditumpanginya hingga tenggelam. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 02.00 Wib dini hari tadi.

Lokasi kejadian masih di Waduk yang sama hanya saja berbeda lokasi. Kali ini kejadian terjadi di Leuwi Orok Kampung Jangari Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Cianjur.

Seorang pekerja bongkar muat yang berada di sekitar lokasi, Oni (43) menuturkan, kejadiannya terjadi sekira pukul 02.00 Wib dini hari. Saat itu dirinya sedang berada di warung. Tiba-tiba mendengar teriakan orang minta tolong. Tapi yang terlihat dari tengah hanya ada lambayan tangan dan cahaya lampu redup.

” Saya pikir itu lagi bercanda, karena memang suka pada bercanda. Nah, pas saya lihat ternyata ada lambaian tangan di tengah sana, terlihat karena ada cahaya lampu senter dikepala korban, namun tak lama kemudian lambaian tangan itu menghilang,” tuturnya.

Lanjut Oni, di sekitar lokasi kejadian ada rakit yang terseret perahu, diduga rakit si korban terbawa oleh perahu itu. Alasan kenapa tidak segera ditolong karena tidak ada perahu. “ Adapun perahu di dermaga itu isi semua dan ada yang lagi bongkar muat,” jelasnya.

Untuk membantu penerangan Oni mengandalkan lampu mobil yang sedang narik ikan. Upaya yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Karena jarak antara rakit dan korban pun sudah sangat berjauhan. Sementara perahu yang diduga menabrak rakit karena tidak memiliki lampu penerangan itu, sudah jauh dan identitas perahu tersebut pun belum diketahui.

Ditemukan barang-barang yang diduga milik korban, terdapat uang Rp. 30.000,-, pakaian salin sama nasi dalam tasnya. Dalam penemuan itu tidak terdapat surat identitas selembar pun.

Salah seorang nelayan mengunggah poto pakaian korban ke media sosial (Facebook), dengan harapan dapat memudahkan pencarian identitas korban.

Untuk pakaian beserta uangnya diamankan oleh petugas yang sedang berjaga. Karena sesaat setelah kejadian, Oni segera melaporkan kejadian itu kepada para penjaga.

Keesokan harinya, terlihat banyak para petugas dari Tim SAR Gabungan yang terdiri Dari BPBD Kabupaten Cianjur, Basarnas Bandung, Dishub, Pramuka Sar, Orari, Pol Airut bahkan Damkar pun turut serta dalam pencarian itu.

Melihat kondisi lokasi yang berarus, keruh dan di dasar berlumpur, korban pun sulit di temukan. Kendati demikian, upaya pencarian korban masih terus di lakukan.

Sementara Komando pencarian Ketua Tim dari BPBD Kabupaten Cianjur, Herman mengatakan, hati-hati dalam bekerja. Harus memakai alat pengaman yang sudah disiapkan. Jangan bekerja sambil bercanda, karena bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. “Mengingat kondisi dibawah air berarus dan dalam,” ungkap Herman.

Menurut kabar dari masyarakat, tepat dibawah korban terjatuh dulunya adalah sungai. “ Jadi tetap hati-hati meskipun memakai pelampung,” pesan Herman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here