Teguh Putra Ismawan mengalami luka bacok dibagian kepalanya karena dianiaya sesama pelajar

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Kekerasan sesama pelajar kembali terjadi di Cianjur. Kekerasa tersebut dialami Teguh Putra Ismawan (17) yang hendak bermain ke rumah dan Faisal Waluya (18) di Kampung Pasirwaringin Desa Wanasari Kec. Agrabinta Cianjur. Nahas ditengah perjalanan dicegat pelajar sekolah lain. Teguh dan Faisal dipukuli dan dibacok hingga mengalami luka serius.’

Karuan saja, wargapun geger dengan adanya pengeroyokan oleh pelajar, terhadap pengendara sepeda motor di Jalan Raya Cikananga Desa Sindangsari Kec. Agrabinta Kab Cianjur. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (15/01) sekira pukul 11.30 WIB.

Modus yang dilakukan para pelaku, mencegat pengendara sepeda motor (korban). Kemudian memukulinya dengan batu, gear bekas dan membacok menggunakan senjata tajam (sajam).

Diketahui identitas korban bernama Teguh Putra Ismawan (17) seorang pelajar, warga Kampung Kebon Manggu RT. 02/02 Desa Nagrak, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Faisal Waluya, (18) pelajar, warga Kampung Pasirwaringin Desa Wanasari, kec. Agrabinta, Cianjur. Maman Sutriaman (57) orang tua korban, warga Kampung Kebon Manggu RT. 02/02 Desa Nagrak, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Agrabinta.

Menurut keterangan yang disampaikan Paur Subbag Humas Polres Cianjur IPDA Budi Setiayuda, atas pelaporan dari Polsek Agrabinta, Kamis (16/01) menuturkan, kronologis kejadian terjadi pada hari Rabu (15/01), sekira pukul 11.30 WIB. Saat itu korban hendak berkunjung rumah temannya yang bernama Faisal Waluya menggunakan sepeda motor (boncengan). Namun nahas, ditengah perjalanan kedua pelajar ini dicegat rombongan pelajar sekolah lain.

” Korban dan saksi dicegat segerombolan anak sekolah yang memakai seragam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Leles, tanpa basa-basi para pelaku memukuli korban menggunakan batu, gear bekas dan membacok kepala korban dengan menggunakan sajam, hingga mengalami luka cukup serius,” tuturnya.

Lanjut Budi Setiayuda, mendapati luka seperti itu, korban dan saksi berobat di klinik PTPN VIII Agrabinta. Kemudian melaporkan kejadian tersebut kepihak keluarga korban.

” Sekira pukul 20.00 WIB, orangtua korban datang dan kemudian melaporkan pengeroyokan yang menimpa anaknya ke Polsek Agrabinta,” tandasnya.

Adapun tindakan yang dilakukan pihak Kepolisan Sektor Agrabinta setelah menerima laporan, mengecek korban ke klinik PTPN VIII Agrabinta, memeriksa pelapor dam memeriksa saksi.

Berdasarkan keterangan para petugas atas keterangan saksi, pihak kepolisian berhasil mengantongi identitas pelaku yang bernama Rio pelajar MAN Leles. Sementara yang lainnya masih dalam penyidikan dan penyelidikan pihak kepolisian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here