Ilustrasi

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sekelompok salah satu pelajar SMP dan sekelompok salah satu pelajar SMK yang ada di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, bentrok, Selasa (24/11) sekira pukul 16. 00 WIB. Tawuran antar pelajar tersebut terjadi di jalan raya Ciranjang – Jati. Tepatnya di Kp Pasir Sireum RT 03/10 Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang.

Kedua kelompok pelajar yang tawuran, masing-masing menggunakan senjata tajam. Seperti diantaranya dengan menggunakan samurai, golok, gir motor yang diikat tali mirip sabuk, gergaji dan lainnya.

Melihat adanya tawuran tersebut, warga setempat bersama Bhabinkabtibmas dan Babinsa segera turun tangan dan membubarkan kelompok pelajar tersebut. Bahkan warga sempat mengamankan Ar (16) warga  Kp. Cidamar  Ds. Bobojong Kecamatan Mande dan  AD (16) warga Kp.Cihaur, Desa Gunungsari.  Meski sebelumnya dua orang pelajar tersebut sempat melawan dengan mengayun-ngayunkan senjata tajam pada kelompok masyarakat.

Informasi yang dapat dihimpun, dua kelompok pelajar tersebut, entah datang dari arah mana. Warga mengetahuinya setelah dua kelompok tersebut saling serang dengan mengayun ngayunkan alat turan. Selain itu juga saling lempar batu, bambu dan benda padat yang ada disekitar tempat tawuran.

Khawatir ada korban kecelakaan, maka warga setempat kompak merelainya. Namun para pelajar tersebut bukannya menghindar malah beberapa orang pelajar melawannya dengan memutar – mutar senjata tajam di hadapan masyarakat. Sambil ngomong ngaco hingga bahasa binatang pun sempat keluar.

Adanya kejadian itu,  masyarakat bukannya simpati, malah jadi antipati. Maka dengan kekompakannya masyarakat beserta Babinmas, Babinsa Desa Nanggalamekar yang Kebetulan lagi lewat segera berupaya melerainya. Hingga  dua orang pelajar dari masing masing kelompok bisa diamankan dan dibawa ke Polsek Ciranjang.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Desa Ciranjang, Iwan Yusup (53) mengatakan, pihaknya menyaksikan warga Kp Pasir Sireum, melerai dua kelompok pelajar yang sedang tawuran dengan mengunakan Sajam.

Warga berhasil mengamankan dua orang pelajar beserta  dua alat tawurannya. Yakni berupa gergaji dan gir motor yang sudah ada talinya diamankan pula. Kedua pelajar tersebut, langsung dibawa ke Polsek Ciranjang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, untuk menekan angka terjadinya tauran pelajar, diharapkan pada semua pihak, utamanya pada pihak sekolah, orang tua siswa dan lembaga lainnya  supaya mampu melakukan pembinaan. “Lakukan pengawasan yang melekat pada seluruh anak didiknya supaya tidak melakukan yang tidak diharapkan semua pihak,” kata Iwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here