Pemakaman Utar Sutarya

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Diduga karena kelelahan setelah bertugas nonstop di TPS 8 KPPS 5 Desa Margasari. Utar Sutaryat (56), warga Kampung Mekarjaya Rt 04/06 Desa Margasari Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan, Jawa barat. Meninggal Dunia pada Minggu (21/4) sekira pukul 19.30 WIB. 

Mungkin, karena kurang istirahat, Utar mengeluh sakit. Kemudian ia pun pulang dan berobat di rumah saja.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (22/4), Ketua KPPS Desa Margasari, Cecep Ade Candra (40), membenarkan adanya anggota TPS meninggal dunia. Kuat dugaan karena kelelahan setelah dua hari dua malam bekerja nonstop.

” Sepulangnya dari TPS 8 dini hari. Utar Sutaryat merasakan pusing di kepalanya, lalu pihak keluarga merawatnya selama tiga hari. Namun pada Minggu pukul 09.00 WIB sempat pingsan dan menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 19. 45 WIB,” kata Cecep Ade Chandra.

Ia melanjutkan, melihat kejadian seperti ini., kedepannya pemerintah hendaknya bisa menjadikannya bahan pelajaran.

” Mengingat dan melihat kenyataan di lapangan, beban kerja yang cukup berat dan sulit untuk tahun ini. Pelaksanan Pemilu Serentak ini harusnya ada tenggang waktu, ngak harus dikejar waktu,” ujarnya.

Cecep berharap, almarhum mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Minta doanya dari rekan-rekan semuanya semoga diterima iman islamnya di sisi Alloh SWT,” pungkasnya.

Sementara Plt Camat Naringgul Ijuh Sugandi, mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Utar Sutaryat yang kemarin bertugas di TPS 8.

” Ya, almarhum diduga kelelahan, setelah penghitungan suara dan mengumpulkan data-data di TPS selama dua hari dua malam nonstop. Ia merasakan sakit dikepalanya dan meminta ijin pulang kemudian dirawat dirumahnya. Pada Minggu malam senin menghembuskan napas terakhirnya,” ucapnya.

Lanjutnya, almarhum memang menderita suatu penyakit (belum diketahui/red). Sehingga karena faktor kelelahan mengakibatkan penyakitnya kambuh.

Maka dengan adanya anggota TPS dan KPPS juga TNI-POLRI yang meninggal akibat kelelahan, tentunya harus dijadikan bahan pembelajaran.

” Untuk kesehatan setiap anggota TPS harus benar-benar dijaga. Supaya tidak terulang lagi  kejadian serupa, yang menimpa para pejuang Demokrasi yang meninggal akibat kelelahan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here